Senin, 31 Desember 2012

Mini Quilt

Berbicara tentang quilt, banyak sekali pola quilt bertebaran di internet. Petunjuk pembuatannya step-by-step bahkan bisa diunduh secara gratis, juga dari internet. Nah, aku juga tertarik sekali dengan dunia quilt, terutama karena bahan-bahan untuk membuatnya termasuk mudah didapat di kota ini. Nah, sejak minggu ke-2 bulan Desember 2012, aku berusaha untuk membuat mini quilt.
Mini quilt yang dalam rancanganku, yang tergambar di dalam pikiranku adalah tanpa pola. Serba praktis saja. Aku sudah mencari-cari pola, banyak yang bagus tapi bahan-bahan yang sudah ada di rumah selalu kurang ini-itu. Memang bagiku. kalau harus mengikuti aturan pola yang ada, rasanya terikat sekali, padahal kali ini ingin rasanya bebas berkreativitas. So, langsung saja aku mulai, bahan pakai seadanya saja! ^^v
Awalnya, aku menggunakan search engine untuk mencari tahu ukuran yang baik untuk mini quilt. Kesimpulannya, minimal 18 inch x 18 inch, disarankan 24 inch x 24 inch, dan tidak harus sama sisi. Maka
aku kumpulkan beberapa warna kain yang aku pandang-pandang warnanya oke untuk digabungkan. Dari situ barulah terinspirasi seperti apa quilt yang akan aku buat. Tidak lupa cutting mat, rotary cutter (lebih prefer pakai ini daripada gunting kain), juga ruler.

Maaf ya prosesnya tidak aku potret. Keasyikan mungkin ya, juga perasaan kejar tayang banget. Tadaaa... tahu-tahu sudah jadi ^^v

Ini mini quilt buatanku yang pertama. Dalam proses quilting terpaksa menggunakan mesin jahit, bukan hand quilt, bukan pula menggunakan darning foot. Mungkin suatu saat aku akan memperbaiki quiltingnya, karena aku pakai zig-zag embroidery dari mesin jahit, yang menurutku sah-sah saja tapi kurang pas (tapi dicocok-cocokin aja deh!) untuk mini quilt. Satu bagian yang bagus adalah di bagian tengahnya, itu quilting menggunakan embroidery foot yang transparant, dan harus menaikkan-menurunkan foot berkali-kali saat melintasi 'tikungan' sambil memutar kainnya juga.
 Ini bagian belakang dari mini quilt pertamaku ^^
Seperti ketagihan, setelah selesai dengan yang pertama, langsung mulai membuat yang ke-2 ^^ Kali ini kugabungkan dengan applique (aplikasi). Finishingnya menggunakan free motion quilt, tapi masih belum punya darn foot.

Kemudian lanjut langsung dengan mini quilt ke-3. Ada sisa kain warna pink berbunga-bunga. Salah satu kain favoritku ^^ Untuk membuat yang ini, ada ide tentang mini quilt yang memiliki cerita tersendiri. Di rancanganku ini, karakter Sunbonnet sedang memegang bunga (diambil dari kain pink tsb.), kain biru sebagai summer breeze - tadinya untuk awan - sebagai dasar/bahan pertama, kain scrap (perca) seadanya sebagai matahari -  pohon besar, lalu ditambah embroidery di bagian bawah seolah-olah lokasinya adalah di bukit.
Sebelum quilt ke-3 selesai, iseng-iseng aku mencari darning foot secara online, ehhh ada juga di ebay yang open toe, bagian depannya terbuka dan harganya lebih murah. Tahun kemarin aku browsing, ada yg sekitar $12.99 plus shipping fee. Tahun ini biayanya tidak lebih dari $8.50 plus free shipping. Bungkus deh! Haha... Dari California, sampai di alamatku , di Byron Center, MI dalam 1 hari pula. Wow! Puji syukur deh, aku punya waktu 2 hari sebelum Christmas day untuk menyelesaikan proses quilting.
Sayangnya aku lupa memotret bagian belakangnya. Maaf lagi ya...
Mini quilt ke-2 dan yang ke-3 adalah kado Natal untuk ponakan suamiku, Katie dan Liv. Mereka hobby bermain American Doll. Harapanku, semoga mini quilt ini bisa bermanfaat, misalnya selimut boneka. Semoga awet dan tidak mudah bosan.
Nah, sekarang mikirin kado untuk family di Indonesia. Kapan-kapan nge-blog lagi deh. 
*Please visit my fanpage on facebook : JenniliciousShop - Crochet & Sewing.
Merry Christmas, everyone!




Jumat, 23 November 2012

Asem-asem Daging Sapi

Ada satu hari di mana tugasku adalah bikin side dish buncis dan bawa es krim vanilla untuk 10 orang, dan disarankan (harus) gluten free. Mulai jam 3 sore, aku bikin buncis dicah dengan bawang bombai dan bawang putih, diberi lada hitam, garam, dan sedikit gula pasir, lalu di atasnya ditaburi irisan turkey bacon. Mencari resep makanan gluten free yang rasanya membuat lidah 'mogel' tidaklah gampang. Bahan-bahannya belum tentu tersedia di dapur, atau kalau harus beli bahan khusus harganya lebih mahal padahal belum tentu rasanya cocok untuk yang non gluten free. Untung aku sudah tanya ke mbah Gugel sejak hari Senin (3 hari yll.). Yang penting aku siapkan 2 panci cah buncis, lalu dikirim untuk keluarga adik ipar yang mengadakan pesta Thanksgiving di rumahnya, yang jaraknya sekitar 15 menit dari sini.
Untuk hari Thanksgiving tahun ini aku mau bersyukur saja. Satu-dua hal yang masih bisa aku syukuri adalah aku masih bisa makan cukup, masih bisa tidur tanpa kedinginan. Itu.
Selanjutnya mari kita bahas makanan saja (dasar sifat asli muncul). Ini masakan ala Jawa Tengah.

Asem-asem Daging Sapi Plus Pete ala JenniliciousShop
(BUKAN termasuk makanan gluten free - mengandung kecap manis)

Bahan-bahan :
3 sdm minyak, disarankan EVOO
3-4 butir bawang merah, kupas, iris tipis
3-5 siung bawang putih, kupas, iris tipis
500 g daging sapi sapi cincang
5-6 buah belimbing wuluh / belimbing sayur, iris bulat 1 cm (optional)
5-6 buah tomat hijau, belah dua
2 buah cabai merah, iris serong tipis
3 buah cabai rawit merah, iris serong tipis (optional)
750 ml kaldu sapi
1½ sdt garam
¼ sdt merica putih bubuk
3 sdm Kecap Manis (aku pakai ABC atau Bango, tergantung persediaan di pasar)
Pete

Caranya:
- Panaskan minyak di dalam wajan. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
- Masukkan daging sapi, belimbing wuluh, tomat hijau, cabai merah, dan cabai rawit, aduk rata.
  Masak hingga daging sapi berubah warna, tidak ada warna pink lagi.
- Tuang kaldu sapi, didihkan.
- Bubuhi garam, merica, dan kecap manis, aduk rata. Jangan lupa masukkan pete.
- Masak hingga matang dan empuk, angkat.

Cocok banget dihidangkan dengan nasi putih.
Rasanya asem, sedikit manis, sedikit pedas, hangat, segar. Lumayan lah buat obat kangen tanah air. Di sini tidak ada restoran yang jual seperti ini, mereka nggak tahu makanan enak sih :D

Selamat mencoba deh! :)

Rabu, 21 November 2012

Tradisi

Tentang tradisi man yue / mua guek  untuk bayi berusia 1 bulan.

Dalam budaya orang Tionghoa, bayi yang berumur satu bulan patut dirayakan. Perayaan untuk memperingati bayi berumur sebulan ini sering disebut dengan upacara “Man Yue“. Orang tua yang berbahagia akan memperkenalkan kehadiran momongan baru mereka kepada teman dekat dan sanak saudara mereka, sambil merayakan sebuah pesta telur merah. Secara tradisi, nama bayi tersebut juga akan diberitahukan pada saat itu juga.

Tamu-tamu yang menghadiri pesta telur merah itu akan membawakan berbagai kado untuk si bayi. Telur merah adalah telur ayam rebus yang diberi pewarna makanan warna merah. Angpao selalu diberikan kepada bayi laki-laki, sementara bayi perempuan akan mendapatkan berbagai perhiasan mahal. Para tamu undangan tidak meninggalkan pesta dengan tangan yang kosong, karena biasanya orang tua sang bayi akan memberikan “bingkisan” telur merah kepada mereka yang datang, untuk menandakan kebahagiaan dan sebuah permulaan hidup yang baru dengan hadirnya sang bayi. Bingkisan yang biasa aku dapat, isinya selain telur merah, ada juga kue mangkuk, kue ku, bolu kukus putih merah, kue lapis putih merah, dll.

Pesta telur merah berasal dari budaya Tiongkok kuno. Sama seperti di negara-negara lain, angka kematian bayi di Tiongkok zaman dahulu cukup tinggi sebelum berkembangnya ilmu pengobatan modern pada abad ke 20. Oleh karenanya, seorang bayi yang telah berusia satu bulan kemungkinan besar dapat bertahan hidup sampai dewasa, makanya diadakan sebuah pesta untuk merayakan hal itu.

Secara tradisi, masa nifas (umur bayi satu bulan/ ibu istirahat satu bulan setelah melahirkan tanpa keluar rumah) ini juga merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan kembali sang ibu kepada masyarakat luar, orang Tionghoa percaya bahwa ibu-ibu berada dalam kondisi tubuh paling lemah sepanjang masa hidupnya sehabis melahirkan. Ibu-ibu orang Tionghoa melakukan istirahat di dalam rumah selama sebulan penuh sehabis melahirkan tanpa keluar rumah. Ini untuk memastikan agar mereka tidak jatuh dalam kondisi yang terlalu lelah, atau tidak terjangkiti oleh berbagai kuman penyakit dari dunia luar yang dapat membahayakan mereka pada saat tubuh dalam kondisi paling lemah. Selain beristirahat, mereka minum sup daging hasil rebusan dari kaki babi, telur, cuka dan jahe. Kebanyakan dari ibu-ibu muda masa kini juga masih mengikuti cara tradisional ini sampai sekarang.

Pada zaman dulu, sesuai dengan pentingnya anak laki-laki dalam tradisi orang Tionghoa, pesta telur merah kadang-kadang hanya dirayakan kepada bayi laki-laki saja, atau perayaan buat bayi laki-laki lebih megah dibanding bayi perempuan, tetapi sekarang, pesta dirayakan untuk bayi jenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, lingkungan/tempat merayakan pesta telur merah juga telah mengalami perubahan. Para orang tua mungkin akan memilih untuk merayakan pesta tersebut di sebuah restoran yang mewah. Para orang tua juga dapat menggunakan telur dengan warna merah muda (tidak harus merah tua) dalam perayaan itu. Telur dengan jumlah angka genap adalah untuk bayi laki-laki dan telur dengan jumlah angka ganjil adalah untuk bayi perempuan. Tradisi ini juga masih terlihat pada keluarga keturunan Tionghoa di Indonesia, dimana pada saat bayi mereka berusia satu bulan, biasanya mereka akan mengirimkan paket telur merah dan kue kepada sanak saudara atau rekan-rekan yang memberikan kado kelahiran untuk sang bayi.

Senin, 19 November 2012

Crochet Cloche Hat

Minggu ke-3 bulan November 2012, hari ini tanggal 18. Anehnya, matahari bersinar cerah, 52°Fawan biru, angin sepoi-sepoi. Lumayan hangat. Duh, bersyukur sekali untuk hari yang indah ini. Salju jangan dekat-dekat deh!

Bicara tentang crochet, paling suka membuat apa?
Kalau aku, topi. Sebab bisa selesai dalam 1-2 jam, tergantung pola dan niat kuat^^
Cloche Hat dengan Aplikasi Snow Crystal.

Menjelang musim salju, tahun ini aku kurang aktif berkarya, karena kesibukan di rumah. Memiliki anjing kecil  yang super aktif ternyata repot juga, belum lagi kegiatan lain-lain.
Jika ingin pola gratis untuk membuat topi, silakan ke sini. Pola tsb. dalam bahasa Inggris (US-English).
Selamat mencoba!

Selasa, 11 September 2012

End of Summer

Memasuki bulan September 2012, udara dingin mulai menapaki kota Grand Rapids.
Sebelum summer benar-benar berlalu, aku dan teman-teman dari Indonesia mengadakan acara piknik di taman dekat rumahku. Mom & Dad juga datang untuk mencoba masakan Indonesia. Setelah acara makan siang elar, kami ngobrol sambil mencomot makanan sesekali berkali-kali. Asyik banget!

Hari ini aku tidak berselera berangkat ke kebun komunitas, karena lututku masih sakit. Maka mengisi
siangku sambil menunggu jam 12 tepat untuk menyimak berita di tv, aku duduk di tangga pintu samping, sejenak saja untuk menikmati matahari menyentuh kulitku sebelum rasa hangat itu berlalu dihempas sang ratu salju^^ Aku ajak anjing baruku ikut keluar juga. Jacqueline Peanut namanya, dia suka berguling-guling di atas rumput, menggaruk punggung sepertinya. Lalu dia akan duduk di dekat kakiku, santai sekali sepertinya,  tanpa ada rasa kuatir akan hari ini maupun hari esok.

Sambil menyiram tanamanku, aku perhatikan ada beberapa buah strawberry masih bermunculan, ada yang masih pucat, ada juga beberapa yang sudah memerah. Kalau tidak segera kuamankan, besok tupai-tupai itu mencurinya pagi-pagi. Tanaman kemangi ada 2 pot daunnya mulai menguning terkena udara malam yang dingin. Daun basil masih kuat terkena dingin, masih hijau warnanya. Sementara pohon cabe, tomat, terong, sereh, dan bunga-bunga masih aktif berproduksi, sepertinya mereka tahan menghadapi temperatur yang mulai turun dan berubah menjadi malam yang dingin.

Tiba-tiba ada semangat yang membuatku ingin mengajak Peanut jalan-jalan supaya dia tidak bosan, karena dia termasuk anjing yang punya energi banyak. Sepulang dari jalan-jalan, dia malah tambah bersemangat, loncat ke arah kakiku sambil berputar seolah-olah unjuk kebolehan. Dia melakukannya beberapa kali, tapi 1 x gagal mendarat dan dia jatuh. Cepat-cepat dia berdiri (katanya, "I'm allright!) lalu melakukan beberapa loncatan lagi, mungkin untuk perbaikan nilai^^ Lucu deh. Sebagai hadiah atas ketangkasannya, aku kasih dia sebatang pork skin with chicken jerky snack, sekaligus untuk meredakan excitement itu. Bisa 2-3 hari dia sibuk mengurusi snack itu.

Oya, facebook page JenniliciousShop - Crochet & Sewing sudah mendapatkan 200 + like lho! Itu belum termasuk like dari page bisnis (bukan akun personal) karena jumlah like yang dihitung ternyata hanya like dari akun personal.
Satu hal lagi yang membuatku bertahan meng-update page tsb. adalah karena ternyata di sini banyak yang mengapresiasi karya crochet dan menjahit. Rencana kalau nanti buatanku (handmade) sudah lumayan banyak, aku mau ikut menggelar lapak di arts & crafts show. Lalu, kalau aku sudah mahir untuk knitting (merajut), mudah-mudahan jadi tambah banyak juga peminat hasil karya buatanku^^
Silakan mampir ya ke page aku^^ dan jangan ragu-ragu klik 'Like' untuk men-support karya-karyaku. Thanks a lot!^^

Selasa, 28 Agustus 2012

Prepping Bitter Melon

The bitter melon is now proven to inhibit the progress of several harmful cells in the body, particularly, the progression of some forms of cancer, and is proven beneficial in the treatment of leukemia, inhibits several viruses from wreaking further havoc on the body, and is particularly beneficial in cases of HIV, herpes simplex, herpes zoster, and polio.
The bitter melon stimulates appetite, lowers elevated blood sugar (glucose) levels, and alleviates diabetes mellitus.
Further, the bitter melon may be beneficial for the treatment of psoriasis, a chronic skin disease.
Unripened bitter melon contains Polypeptide-P which is chemically similar to and can substitute for insulin. The fruit is also known to stimulate the release of endogenous insulin.



Jumat, 03 Agustus 2012

Quilted Cover for Flat TV 22 inch

Hari ini aku menyelesaikan jahitanku untuk Marie Cathy yaitu quilted cover untuk flat tv 22 inch. Tada...!

Semalam sekitar jam 11 malam, sebelum jam 12 midnight, aku sedang duduk di living room saat kudengar langkah kaki dari luar. Buru-buru menurunkan volume tv, siaran olimpiade sedang seru-serunya padahal. Beberapa detik kemudian aku dengar suara langkah itu menjauh.  Aku panggil C pelan-pelan. Kemudian C membuka pintu untuk keluar, dan ia menemukan sebuah paket yang dialamatkan untukku. Aku buka segera, nggak pakai nunggu lagi. Woohoo.!! Pesananku kain precut jelly roll isi 40 strips sudah datang! Cepat sekali . Ini kuterima dalam 2 hari via pos biasa! Keren banget nih toko online di Utah, lain state padahal... Jauh lho,  tapi murah sih. Aku mendapat harga deal bagus, secara mereka sedang promosi Christmas in July. Dengan berbelanja barang ini aku menghemat banyak! :) I like it so much <3
Rencananya mau bikin quilt untuk dekorasi dinding, mudah-mudahan berhasil. Semangat! Ciayo!

Kamis, 26 Juli 2012

Heirlom Antique Flower Tote Bag

Calling all tote bag lovers!
Hari ini akhirnya aku selesai upload foto-foto Heirlom Antique Flower tote bag ke facebook page.
Warna dari kain muslin like cotton ini terlihat kalem dan cool jika dipadukan dengan kain vintage motif bunga antik. 
Membawa tas seperti ini ke manapun kita pergi sangatlah mudah, nyaman, dan praktis. Di bagian depan dan belakang ada masing-masing satu kantong. 
Ukuran tas ini adalah 13.5 x 12 x 4 inches. Cukup ruang untuk membawa bawaanmu :) Panjang slempang adalah 22 inches membuat slempang tidak melorot melulu dan pas bergantung di pundak kita.
Di bagian dalam aku buat ada 3 kantong, jadi bisa digunakan untuk cellphone, pensil/ballpen, dan satu lagi untuk barang apa saja yang kita inginkan.
Tidak lupa ada juga gantungan kunci. Ini memudahkan kita untuk mencari kunci di dalam tas - satu kunci, dua kunci, ataupun segerombol kunci - tanpa perlu mengosongkan isi tas karena sudah terorganisir dengan baik. 


Ayo belanja di JenniliciousShop segera! :)





Membuat Crochet Motif Granny Square

Membuat crochet dengan motif granny square seperti gambar dari buku Jepang ini ternyata mudah lho.
Hanya membutuhkan 4 macam warna benang (terserah mau dari bahan woll atau acrylic atau katun, dll.) dan jarum crochet yang sesuai dengan diameter benang, kreatifitas bisa segera dimulai.

Pola untuk motif granny square banyak ditemukan beredar di internet. Aku lebih suka dengan pola yang  menggunakan simbol Jepang, yaitu dengan diagram. Dibandingkan jika aku menggunakan pola Amerika, walaupun aku mengerti singkatan-singkatan yang digunakan, tapi rasanya tidak praktis karena pada akhirnya aku menerjemahkannya ke pola diagram ala Jepang untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Picture oriented atau visual oriented kalau orang bilang.
Mau bikin tas, selimut, cover buku, sarung bantal, taplak meja, dll. dan masih banyak lagi semuanya bisa dimulai dari motif granny square.

Mau pola gratis? Kunjungi facebook page JenniliciousShop, klik Like, dan tuliskan komentar tentang permintaan motif granny square gratis. Pola akan dikirim ke inbox facebook kamu langsung (tanpa harus berteman).


SAMBAL GORENG AMPELA


Bahan:
500 gr ampela ayam
750 ml air
3 sdm minyak sayur
7 bh bawang merah, iris tipis
2 lbr daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
1 btg serai, memarkan
2 sdm air asam jawa
1 sdm gula merah
100 ml air
200 ml santan
20 mata petai
3 bh cabai merah, buang biji, iris serong tipis

Haluskan:
2 siung bawang putih
4 bh cabai merah
1 sdt garam
1/2 sdt terasi

Cara membuat:
1. Bersihkan ampela, cuci bersih, potong jadi 4 bagian, kerat-kerat.
2. Didihkan air, masukkan ampela, rebus sampai matang dan empuk, angkat dan sisihkan.
3. Tumis bawang merah sampai layu, masukkan bumbu yang dihaluskan, aduk-aduk sampai harum. Masukkan daun salam, lengkuas, serai, air asam, dan gula merah, aduk rata, masak sampai mendidih.
4. Masukkan ampela dan air, masak sampai kuah mengental. Tambahkan santan, masak sampai kuah berminyak, masukkan petai dan cabai iris, masak sebentar, angkat.

Untuk 4 porsi
*foto menyusul

SAMBAL GORENG TAHU TELUR


Bahan:
10 bh tahu kulit, potong
220 btr telur puyuh rebus
2 lbr daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
600 ml santan
1/2 sdt asam1 sdt garam
1 sdt gula merah
2 sdm minyak goreng

Haluskan:
100 gr cabai merah rebus
5 bh bawang merah
2 siung bawang putih

Cara membuat:
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas sampai harum.
Masukkan tahu dan telur puyuh, aduk rata, tuang santan, tambahkan asam, garam, dan gula merah, aduk rata dan kecilkan api.
Masak sampai matang dan santan berminyak, angkat.

Untuk 6 orang
*foto menyusul

Kamis, 19 Juli 2012

Me Time

Summer di bulan Juli kali ini panas dan kering, curah hujan rendah, tidak sampai 1 inch rumput di mana-mana sudah  menjadi blondie, tidak hijau lagi. Saat C mengajakku untuk pergi camping ke Ludington di akhir pekan, aku tidak menolak walaupun dalam hati terbersit keraguan, bagaimana jika ada ular, beruang, atau binatang melata lain yang menggangguku, terutama di malam hari, atau bagaimana jika aku menemui kesulitan dengan toilet umum di lokasi camping. Maklumlah aku paling tidak suka jika menggunakan toilet umum.

Pikir punya pikir, akhirnya kami memutuskan untuk camping selama 2 hari 1 malam saja. Kami berangkat dari rumah hari Sabtu tengah hari. Sekitar jam 2an siang kami sampai di lokasi yang bernama Buttersville Park.
Setelah menenui manajer lokasi camping dan membayar $25, kami menuju ke spot no. 6. Thank God cuaca tidak terlalu panas saat itu, jadi kami segera mendirikan tenda di dan membongkar barang-barang bawaan kami.

Sekitar jam 5 sore, barulah terasa lebih panas (seperti biasa), yang kalau di Indonesia rasanya seperti jam 3 sore. Maka kami meninggalkan tenda dan pergi ke downtown Ludington untuk membeli beberapa barang yang kami butuhkan malam ini, misalnya graham crackers, marsmellow, coklat, dan alat pemanggang s'more. Camping tanpa s'more rasanya belum seperti camping :)
Sepulang dari downtown kami menyalakan api dengan kayu bakar. Rasanya hal ini aneh bagiku, sebab hari belum gelap. Matahari selama summer terbenam sekitar jam 9.25 malam. Tapi kami memerlukan api untuk memasak makan malam. C menggunakan 1 lembar kertas paper bag untuk memulai api. Di dalam fire pit ia sudah mendirikan 4 kayu bakar. Saat aroma kayu bakar tercium, barulah di dalam pikiranku aku merasa, "Camping dimulai!"

Makan malam kami kali ini terasa sangat istimewa. Hobo Dinner dicocol ke saus tomat (tomato ketchup) terasa aduhai. Mungkin karena saking laparnya kami :) Cara membuatnya gampang sekali. Silakan klik di sini untuk melihat resepnya. Aku menggunakan 2 lapis aluminium foil dengan 1 lembar paper towel basah (dampen paper towel) yang bertujuan untuk mencegah masakan gosong/ terbakar. Cara menutup bungkusannya seperti menutup obat puyer. Kedua ujung yang panjang dipertemukan kemudian dilipat 2x, lalu pada kedua sisi samping juga mendapat perlakuan yang sama. Setelah itu ditaruh di dalam api di fire pit selama sekitar 10-15 menit. Cepat sekali matangnya. Dan enak... ^^

Selanjutnya kami makan buah semangka. Summer gitu lhoh^^ C terlihat sangat menikmati acara makan semangka. Ia duduk di kursi pikniknya menghadap ke fire pit yang dia garap. Semangka itu mendinginkan tenggorokan banget, pastinya.
Oya setelah mendirikan tenda - sebelum pergi ke downtown, aku dan C menyeburkan diri ke danau Michigan, airnya segar banget (fresh water). Itu kali pertama aku berenang di danau besar! How fun! Mungkin karena alasan itulah aku sangat menikmati bermain air di situ, tidak seperti acara berenang sebelum-sebelumnya.
Cerita camping sekian dulu untuk saat ini. Walaupun banyak hal yang ingin aku ceritakan.
Sehabis camping di Ludington, kulitku terlihat lebih gelap, juga wajahku karena terpanggang sinar matahari, terutama saat berenang di danau. Outdoor activities is fun, tapi kulitku sepertinya agak tersiksa. Apalagi usiaku bukan terbilang muda lagi. Mencuci wajah dengan sabun muka setiap hari sepertinya belum cukup. Maka hari ini aku menggunakan sabun scrub vitamin C dari The Body Shop. Kemudian sebelum menggunakan lotion vitamin C, aku ingat kalau aku masih punya masker Vivelle yang mengandung vitamin C dan kolagen. Aku menggunakan masker ini selama 15 menit (seharusnya 30 menit). Sambil pakai masker ini, aku tiduran di sofa, sambil nonton acara tv Dr. Oz. What a good day!
Setelah itu, wajahku terasa lebih kencang dan segeran lho jeunk...!:)


Oya hari ini ada yang special lagi. Aku mendengarkan rekaman acara radio kristen melalu internet yang membahas tentang Love and respect : When He Won't Respond. It's really a good stuff! 
Dr. Emerson Eggerichs: The key to motivating a man to be loving isn't by loving on him. The New Testament clearly teaches that unconditional respect is the key to motivating a man to re-open his heart to God and, by implication, to his wife.
Rasanya seperti mereka mendapat misi dari Tuhan untuk berbicara kepadaku. Aku membaca script yang tertulis di website itu sambil mendengarkan mereka berbicara. Memerlukan melakukannya 2x barulah aku mengerti. Hari ini aku merenungkan tentang apa yang terjadi selama awal perkawinanku dengan C dan menghubungkannya dengan topik acara radio itu. Thank God aku mempunyai kesempatan dan waktu untuk mendengarkan dan merenungkan hal ini, just like what I need. Seperti mendapat pencerahan, hari ini aku jadi banyak mengucap syukur. 
Banyak kesulitan hidup selama tinggal di Amerika, terkadang membuatku depresi dan bersikap negatif. Terus terang saja, aku sangat sedih selama tinggal di sini, rasanya sendirian dan tidak ada orang yang mengerti kesulitanku. Seringkali aku teringat bahwa hanya Tuhan saja tempat aku curhat, berpegang pada firmanNya, namun kemudian aku lupa akan hal ini dan tenggelam dalam kesedihanku. Kali ini aku lebih mengerti mengapa beberapa hal terjadi dalam hidupku. Semuanya adalah antara aku dan Tuhanku, dan untuk kemuliaanNya. Tuhan menyatakan kalau Dia sayang banget padaku, dan menungguku untuk membalas cintaNya. Indah banget rasanya hari ini. Salah satu contoh bukti nyata, sehabis masak ikan bandeng goreng (fried milk fish) dan tempe goreng penyet, aku ngelap kompor sambil bersenandung memuji Tuhan :) Makan siang penuh ucapan syukur. Special banget...
Salam dari Michigan, US.








Sabtu, 23 Juni 2012

Javanese Language

If you need someone to translate Javanese language ( boso jowo, bahasa jawa) just contact me. I grew up in javanese tradition, in Java island, Indonesia.

Jika kamu memerlukan translasi dari Bahasa Jawa, silakan kontak saya. Saya tumbuh di lingkungan tradisi Jawa, di Pulau Jawa, Indonesia.

Thanks!
Yen~

Jumat, 22 Juni 2012

Don't miss out on a blessing!


The woman whispered, "God, speak to me" and a meadowlark sang.
But, the woman did not hear.

So the woman yelled, "God, speak to me" and the thunder rolled across the sky.
But, the woman did not listen.
The woman looked around and said, "God let me see you." And a star shined brightly.
But the woman did not see.

And, the woman shouted, "God show me a miracle." And, a life was born.
But, the woman did not notice.

So, the woman cried out in despair, "Touch me God, and let me know you are here."
Whereupon, God reached down and touched the woman. But, the woman brushed the butterfly away .
and walked on.

I found this to be a great reminder that God is always around us in the little and simple things that we take for granted ... even in our electronic age..
So I would like to add one more:
The woman cried, "God, I need your help!" And an e-mail arrived reaching out with good news and encouragement.

But, the woman deleted it and continued crying .

Don't miss out on a blessing because it isn't packaged the way that you expect.


Senin, 28 Mei 2012

Lulur Spa Kopi Homemade


Selain nikmat sebagai minuman dengan aroma lezat, ternyata manfaat kopi sangat luar biasa. Tidak hanya bagi tubuh tetapi juga lingkungan sekitar anda. Tidak banyak yang menyadari bahwa khasiat kopi yang ternyata tidak hanya dalam bentuk diminum saja. Untuk yang tidak terlalu menyukai kopi atau memiliki masalah pencernaan sehingga harus menghindari kopi, penggunaan kopi berikut ini bisa menjadi pilihan.
Kafein yang terdapat dalam kopi dapat mengurangi lemak yang ada dibawah kulit sehingga bisa mengurangi pembentukan selulit. Selain itu kafein pada kopi sangat bermanfaat bagi yang memiliki masalah varises karena kafein bertugas sebagai pembatas pembuluh darah yang mencegah pembesaran pembuluh.
Perawatan Kulit. Bubuk kopi bersifat sedikit abrasif. Karena itu, Anda dapat mencampurnya dengan sedikit minyak zaitun atau madu untuk perawatan pengelupasan (exfoliating) yang akan membuat kulit anda terasa halus dan lembut.
Deodoran. Kopi sangat terkenal dalam menetralisir bau. Jadi, Anda bisa bebas menggunakannya kapan saja untuk mengusir bau aneh dari udara atau lemari es. Letakkan bubuk kopi dalam piring kecil untuk mengusir bau tak sedap.
Pengobatan antiselulit. Kopi salah satu cara bagus untuk menyingkirkan selulit tanpa harus mengeluarkan uang, sebab yang Anda butuhkan hanya ampas kopi. Caranya, aplikasikan ampas kopi hangat pada area selulit, lalu bungkus dengan shringking foil, dan biarkan selama 15-30 menit, lalu bilas. Ulangi cara ini 2-3 kali sepekan hingga tekstur kulit jeruk Anda semakin hilang.
Pembasmi lalat. Lalat menikmati bau sampah, hal-hal busuk atau bau lain yang menunjukkan bahwa mungkin ada makanan di sekitar, tetapi anehnya, lalat benci bau bubuk kopi terbakar. Caranya, ambil sebuah piring kecil, tuangkan bubuk kopi yang tidak terpakai, nyalakan tungku kecil di dekatnya agar bau kopi menyeruak.
Untuk perawatan kulit, salah satunya adalah Lulur Spa. walalupun banyak salon kecantikan yang menyediakan produk ini, tetapi kita bisa membuatnya sendiri di rumah dengan biaya yang jauh lebih murah. Caranya adalah:
1 cangkir bubuk kopi (merk apa saja, terserah)
1/2 cangkir gula
3 sendok makan minyak zaitun
2 sendok makan madu
Campurkan semua bahan di dalam mangkuk dan aduk rata. Lulur kopi buatan sendiri atau homemade coffee body scrub sudah siap digunakan.
Oleskan campuran kopi pada kulit badan. Gosokkan ke tubuh dengan gerakan memutar terutama pada bagian paha, perut dan bokong. Diamkan minimal 30 menit agar menyerap ke dalam kulit. Setelah itu, bilas badan dengan air hangat.
Gunakan lulur kopi ini paling tidak 2 minggu sekali.

Selasa, 08 Mei 2012

Must Read This!

Married or not you should read this...

“When I got home that night as my wife served dinner, I held her hand and said, I’ve got something to tell you. She sat down and ate quietly. Again I observed the hurt in her eyes.

Suddenly I didn’t know how to open my mouth. But I had to let her know what I was thinking. I want a divorce. I raised the topic calmly. She didn’t seem to be annoyed by my words, instead she asked me softly, why?

I avoided her question. This made her angry. She threw away the chopsticks and shouted at me, you are not a man! That night, we didn’t talk to each other. She was weeping. I knew she wanted to find out what had happened to our marriage. But I could hardly give her a satisfactory answer; she had lost my heart to Jane. I didn’t love her anymore. I just pitied her!

With a deep sense of guilt, I drafted a divorce agreement which stated that she could own our house, our car, and 30% stake of my company. She glanced at it and then tore it into pieces. The woman who had spent ten years of her life with me had become a stranger. I felt sorry for her wasted time, resources and energy but I could not take back what I had said for I loved Jane so dearly. Finally she cried loudly in front of me, which was what I had expected to see. To me her cry was actually a kind of release. The idea of divorce which had obsessed me for several weeks seemed to be firmer and clearer now.

The next day, I came back home very late and found her writing something at the table. I didn’t have supper but went straight to sleep and fell asleep very fast because I was tired after an eventful day with Jane. When I woke up, she was still there at the table writing. I just did not care so I turned over and was asleep again.

In the morning she presented her divorce conditions: she didn’t want anything from me, but needed a month’s notice before the divorce. She requested that in that one month we both struggle to live as normal a life as possible. Her reasons were simple: our son had his exams in a month’s time and she didn’t want to disrupt him with our broken marriage.

This was agreeable to me. But she had something more, she asked me to recall how I had carried her into out bridal room on our wedding day. She requested that every day for the month’s duration I carry her out of our bedroom to the front door ever morning. I thought she was going crazy. Just to make our last days together bearable I accepted her odd request.

I told Jane about my wife’s divorce conditions. . She laughed loudly and thought it was absurd. No matter what tricks she applies, she has to face the divorce, she said scornfully.

My wife and I hadn’t had any body contact since my divorce intention was explicitly expressed. So when I carried her out on the first day, we both appeared clumsy. Our son clapped behind us, daddy is holding mommy in his arms. His words brought me a sense of pain. From the bedroom to the sitting room, then to the door, I walked over ten meters with her in my arms. She closed her eyes and said softly; don’t tell our son about the divorce. I nodded, feeling somewhat upset. I put her down outside the door. She went to wait for the bus to work. I drove alone to the office.

On the second day, both of us acted much more easily. She leaned on my chest. I could smell the fragrance of her blouse. I realized that I hadn’t looked at this woman carefully for a long time. I realized she was not young any more. There were fine wrinkles on her face, her hair was graying! Our marriage had taken its toll on her. For a minute I wondered what I had done to her.

On the fourth day, when I lifted her up, I felt a sense of intimacy returning. This was the woman who had given ten years of her life to me. On the fifth and sixth day, I realized that our sense of intimacy was growing again. I didn’t tell Jane about this. It became easier to carry her as the month slipped by. Perhaps the everyday workout made me stronger.

She was choosing what to wear one morning. She tried on quite a few dresses but could not find a suitable one. Then she sighed, all my dresses have grown bigger. I suddenly realized that she had grown so thin, that was the reason why I could carry her more easily.

Suddenly it hit me… she had buried so much pain and bitterness in her heart. Subconsciously I reached out and touched her head.

Our son came in at the moment and said, Dad, it’s time to carry mom out. To him, seeing his father carrying his mother out had become an essential part of his life. My wife gestured to our son to come closer and hugged him tightly. I turned my face away because I was afraid I might change my mind at this last minute. I then held her in my arms, walking from the bedroom, through the sitting room, to the hallway. Her hand surrounded my neck softly and naturally. I held her body tightly; it was just like our wedding day.

But her much lighter weight made me sad. On the last day, when I held her in my arms I could hardly move a step. Our son had gone to school. I held her tightly and said, I hadn’t noticed that our life lacked intimacy. I drove to office…. jumped out of the car swiftly without locking the door. I was afraid any delay would make me change my mind…I walked upstairs. Jane opened the door and I said to her, Sorry, Jane, I do not want the divorce anymore.

She looked at me, astonished, and then touched my forehead. Do you have a fever? She said. I moved her hand off my head. Sorry, Jane, I said, I won’t divorce. My marriage life was boring probably because she and I didn’t value the details of our lives, not because we didn’t love each other anymore. Now I realize that since I carried her into my home on our wedding day I am supposed to hold her until death do us apart. Jane seemed to suddenly wake up. She gave me a loud slap and then slammed the door and burst into tears. I walked downstairs and drove away. At the floral shop on the way, I ordered a bouquet of flowers for my wife. The salesgirl asked me what to write on the card. I smiled and wrote, I’ll carry you out every morning until death do us apart.

That evening I arrived home, flowers in my hands, a smile on my face, I run up stairs, only to find my wife in the bed -dead. My wife had been fighting CANCER for months and I was so busy with Jane to even notice. She knew that she would die soon and she wanted to save me from the whatever negative reaction from our son, in case we push through with the divorce.— At least, in the eyes of our son—- I’m a loving husband….

The small details of your lives are what really matter in a relationship. It is not the mansion, the car, property, the money in the bank. These create an environment conducive for happiness but cannot give happiness in themselves.

So find time to be your spouse’s friend and do those little things for each other that build intimacy. Do have a real happy marriage!

Minggu, 29 April 2012

Turmeric Tamarind Jamu with Betel Leaves

Turmeric is the root of the Curcuma longa plant and has a tough brown skin and a deep orange flesh, coming in a perennial plant of the ginger family, and its mustard yellow powder is commonly used as a culinary spice in South Asia. However, Turmeric also has an active medicinal ingredient called Curcumin which has many anti-inflammatory, anti-oxidant, and anti-bacterial properties. The medicinal properties of this spice have been slowly revealing themselves over the centuries. It has been used to treat everyday problems such as indigestion and flatulence, as well as more serious problems such as arthritis, Alzheimer's disease, cancer, diabetes, HIV, high cholesterol, heartburn, jaundice, liver disorders, and menstrual disorders. Turmeric can also be applied topically in poultices to reduce inflammation and to relieve wounds, cuts, and bruises.

Moderate use of Turmeric powder as part of regular diet is fairly safe, and recent studies have found that a dosage of 500mg capsules of Turmeric three times per day is safe. However, prolonged consumption of high doses of Turmeric extract may cause stomach or liver distress, as well as dehydration and constipation. Therefore, it should be avoided by people with gallstones or bile obstructions. If you are currently taking blood thinners (including Aspirin), you should consult your doctor before taking Turmeric since it is an anti-platelet (prevents blood clots).


Turmeric usage in Indonesia as one of acidic drinks / Indonesian traditional herbal medicine is very common. One example is as in turmeric tamarind jamu. Jamu basically means “tonic” or “cure-all” and is a system of local healings throughout Indonesia. 
Jamu : {traditional medicinal concoctions made of herbs and plants} 
Most jamu are elixirs, but some can be body treatments such as creams or poultices. In this jamu, fresh turmeric root is juiced then mixed with turmeric juice, Betel leaves (Piper betle), honey, lime juice and water to create a refreshing, earthy drink. The brightly coloured turmeric stains your tongue a little bit but you can feel it seeping through your body doing good things to you. This jamu is common for women who are having incoming period to cope with pain and also after the period. Remember that the content of turmeric tamarind jamu can be trusted to cope with various diseases. This drink can be consumed regularly and definitely healthy. 
This herbal drink also has betel leaves in its ingredients. To read about betel leaves read here.
Ingredients :
200 gram turmeric root, grated
200 gram seedles wet tamarind
5-8 pcs betel leaves
1 tsp salt
honey/sugar as sweetener
1/4 cup Fresh lime juice


How to Make :
1. Clean up continues grated turmeric or blender. Then filtered and take the water.
2. Boil the juice of turmeric, add tamarind, betel leaves and stir occasionally. Turn off the heat, then add sugar/honey and salt to boiling while in stir.
3. Chill. Add lime juice. Herbs turmeric tamarind jamu ready to drink, can also add ice cubes.





Rabu, 25 April 2012

12 Tips Merawat Batik


Batik memang sedang tren. Namun, bisa jadi belum banyak orang yang mengetahui cara merawat pakaian batik agar warnanya tetap awet. Berikut ini sejumlah cara alternatif merawat batik kesayangan.

1. Saat mencucinya, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang banyak dijual di pasaran.
2. Atau, cuci kain batik dengan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan shampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, celupkan kain batik.
3. Mencuci batik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa, lalu tambahkan air secukupnya, dan siap untuk mencuci batik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.
4. Saat mencuci batik, jangan pakai deterjen dan jangan digosok. Jika batik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.
5. Sebaiknya, jangan mencuci batik dengan mesin cuci.
6. Saat akan menjemurnya, batik yang basah tak perlu diperas. Dan jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.
7. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.
8. Jika sudah dijemur, hindari menyetrika batik secara langsung. Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.
9. Bila Anda ingin memberi pewangi atau pelembut kain pada batik tulis, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu batik tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.
10. Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami.
11. Simpan batik kesayangan Anda dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak batik.
12. Cara lain agar batik tak dimakan ngengat, beri sedikit merica yang dibungkus tisu di lemari tempat menyimpan batik. Atau, letakkan akar wangi yang sudah dua kali melalu proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.

Sumber : Kompas

Indonesian Condiment : Sambal Matah

Ingredients:
3-4 butir bawang merah, iris tipis
2 batang serai,iris tipis
5 cabai rawit, iris tipis
1 sdt terasi, bakar sejenak, haluskan
Sejumput garam
Sejumput gula (optional)
½ - 1 buah jeruk nipis
4-5 sdm minyak kelapa (jika bikin sendiri, panaskan santan hingga keluar minyak)

Directions:
1. Campur semua bahan yang telah diiris
2. Masukkan minyak sayur, terasi,garam dan gula.
3. Aduk dan remas semua bahan secara perlahan hingga tercampur rata.
4. Tambahkan air jeruk nipis, remas kembali
5. Siap disajikan.

Resep by Ida Chairunnisa

Jumat, 20 April 2012

Resep Martabak Manis

Barusan nemu resep yang sudah dicoba teman nih. Daripada bingung mau dicatat di mana, aku upload ke blog aja.
terigu 500gr
telur 2
gula 100gr
susu/santan cair 750ml
ragi 1 sdt
baking powder 1 sdt
vanila+garam
baking soda 1sdt
Campur semua bahan,kecuali baking soda,aduk sampai licin, diamkan min.1 jam.
Panaskan teflon dgn api kecil.
Tuang baking soda sesaat sebelum adonan dipanggang,
Tuang adonan sekitar 2-3 sendok sayur ke wajan yg telah diolesi mentega.
Tunggu sampai adonan bolong2,taburi gula pasir. Tutup wajan sampai permukaan adonan tidak lagi basah,angkat,olesi mentega, beri isi sesuai selera,lalu susu kental manis.

Jumat, 23 Maret 2012

Rileks Sejenak : Rahasia umur sapi, monyet, anjing, dan manusia.

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi, "Hari ini kuciptakan kau sebagai sapi. Engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun." Sang sapi keberatan. Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun . Maka setujulah Tuhan.

Di hari berikutnya, Tuhan menciptakan monyet. "Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!" Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu." Maka setujulah Tuhan.

Kemudian Tuhan menciptakan anjing. "Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu Kuberikan hidupmu selama 20 tahun." Sang anjing menolak dan berkata, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? Nggak mau ah terlalu lama. Kukembalikan 10 tahun padaMu". Maka setujulah Tuhan.

Selanjutnya tibalah hari itu di mana Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan, "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan Kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun! Sang manusia keberatan dengan rasa tidak puas, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun? Itu terlalu pendek, Tuhan..."

Sambungnya, "Let's make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu monyet mengembalikan 10 tahun, dan anjing mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun.Setuju ?" Maka setujulah Tuhan.

AKIBATNYA...

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan kita makan,tidur dan bersenang-senang.

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal di rumah, duduk di depan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat. Uhuk, uhuk (batuk)...

Selasa, 14 Februari 2012

Free Crochet Pattern

I have a bundle of free crochet pattern for you guys. It's not just one, or two, or three, or four, or five. It will be a lot more for you. First, 'Like' JenniliciousShop - Handmade & Vintage now on facebook and submit your e-mail under the status (to comment) updated on Saturday at 9:56pm to get a FREE E-BOOK "Journal of The Various Animals And Pets in Amigurumi and Pompoms". Please don't submit here, but comments are always welcome.
I will send the link to download/zip file every Tuesday & Thursday around noon.

Jumat, 10 Februari 2012

Made to Order Crochet by JenniliciousShop

I just uploaded some pictures of crocheted tops, cardigans, and also bags into my page, JenniliciousShop. They are all so cute, pretty and adorable. How lovely the way they look, too lovely!



*for more pictures click here

I do take custom orders if you like to get something in a different color or size; just let me know by email or convo, and I'll do my very best to get it done fast.
Also, if you want me to work on japanese crochet pattern, please don't hesitate to contact me (see Info tab).

I can make a copy of this top by your unique size in your favorite color.
It will take me 1-2 weeks after payment received.
Plus Size girls are welcome but it will cost more depend on size.

So don't forget to place your order soon! Thank you =)

Sabtu, 04 Februari 2012

Inisiatif Bikin Sendiri (IBS) : Membuat Masker Yoghurt

Berbicara soal yoghurt, inilah salah satu makanan super yang semakin terkenal saja karena banyak manfaatnya. Baca ulasannya di Kompas Health dengan klik di sini.

Pikir-pikir aku tidak akan mencampurnya dengan olive oil seperti yang diulas di artikel tsb. Nah kebetulan hari ini akhir minggu (weekend) jadi aku ingin bersantai dan memanjakan kulit terutama wajah. Sebentar lagi kan hari kasih sayang :) Persiapan penampilan supaya lebih fresh kan nggak ada salahnya :) haiyah!

Kali ini aku memilih yoghurt sebagai bahan dasar membuat sendiri masker wajah. Masker yoghurt wajah ternyata sederhana dan mudah sangat cocok untuk melembabkan dan membersihkan kulit.

Bahan yang diperlukan :
1 sdm semua yogurt tanpa rasa/plain, alami
1 sdm semua madu alami (natural honey)
3 sdm alam jus jeruk segar

Cara membuat :
1. Tempatkan yoghurt (tanpa rasa/plain) dalam mangkuk kecil.
Yogurt tidak hanya basis krim produk perawatan kulit, namun juga memiliki sifat pembersihan alami, membantu untuk membersihkan kulit dari kuman dan bakteri. Asam laktat ditemukan dalam yogurt akan menenangkan dan melembutkan kulit sementara mengencangkan keriput dan memperbaiki pori-pori.

2. Tambahkan 1 sdm madu alam
Madu dikenal karena sifat lembut yang membersihkan, bekerja untuk meremajakan kulit sambil membunuh kuman dan membersihkan pori-pori.

3. Aduk 3 sdm segar jus jeruk.
Jus jeruk adalah unsur sangat penting dalam perawatan kulit, karena itu antioksidan melindungi kulit. Juga, adalah tabir surya alami dan membantu kulit untuk memproduksi kolagen yang membantu menjaga kekencangan.

4. Bersihkan wajah seperti biasa, usahakan untuk menggunakan air hangat dan setelah kering ditepuk-tepuk kecil. Oleskan masker wajah yogurt secara merata ke leher dan wajah dan biarkan selama 20 menit. Bilas masker dengan air hangat, sekali lagi, ditepuk-tepuk kering.

Segar sekali euy! Selamat mencoba ya! :)

Kamis, 19 Januari 2012

Intermezzo : USIA PERKAWINAN PENGARUHI KEMESRAAN

Sebelum Bobo:
6 minggu: selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.
6 bulan: tolong matiin lampunya, silau nih.
6 tahun : Kesana-an doong... kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!

Pakai Toilet:
6 minggu: ngga apa-apa, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq.
6 bulan: masih lama ngga nih?
6 tahun: brug! brug! brug! (suara pintu digedor), kalo mau tapa di gunung kawi sono!

Ngajarin Nyetir:
6 minggu: hati-hati say, injek kopling dulu baru masukin perseneling ya
6 bulan: pelan-pelan dong lepas koplingnya.
6 tahun: pantesan sering ke bengkel, masukin persenelingnya aja kayak gini!

Balesin SMS:
6 minggu: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak kesukaanmu dulu ya
6 bulan: mct bgt di jln nih
6 tahun: ok.

Dating process:
6 minggu: I love U, I love U, I love U.
6 bulan: Of course I love U.
6 tahun : Ya iyalah!! kalau aku tidak cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??

Pulang Kerja:
6 minggu: Honey, aku pulang...
6 bulan : I'm BACK!!
6 tahun: Si mbok masak apa hari ini??

Hadiah (ulang tahun):
6 minggu : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli
6 bulan : Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah
6 tahun : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau

Telepon:
6 minggu: Baby, ada yang pengen bicara ama kamu di telpon
6 bulan : Eh...ini buat kamu nih...
6 tahun : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH....ANGKAT DUOOONG!!!

Masakan:
6 minggu: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt...! !!
6 bulan: Kita makan apa malam ini??
6 tahun: HAH? MAKANAN INI LAGI?

Memaafkan:
6 minggu: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya
6 bulan: Hati-hati! Nanti jatuh tuh.
6 tahun: KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN

Baju baru:
6 minggu: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu
6 bulan: Lho, kamu beli baju baru lagi?
6 tahun: BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

Rencana liburan:
6 minggu: Gimana kalau kita jalan-jalan ke Amerika atau ke tempat yg kamu mau honey?
6 bulan: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat...
6 tahun: JALAN-JALAN? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA!

Nonton TV:
6 minggu: Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?
6 bulan : Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.
6 tahun: JANGAN DIGANTI-GANTI DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA LIAT ORANG SENENG DIKIT APA ?!

Kalau kesenggol dengan becandaan di atas (jangan nengok ke genteng yeee....!) harap jangan marah ya, kan ini hanya becanda :)

Jumat, 13 Januari 2012

Living In Another Part of World

I get a blog, a social website, and a forum to let me burn off all the thoughts running through my head. This time I'm going to write my blog in English, but doesn't mean my english is perfect^^ I still need some practice here and there, especially idioms. Good thing that I like to learn a lot of things :)



I love my home country, Indonesia. I miss my country and my family so very much, more than I can express. And it's the 2nd week of January 2012, so I've moved to the United States for about 1,5 years. I know there are so many people in Indonesia and anywhere else in the world think that moving out to another country will make their world works better. Like you have one bad day, well maybe more than just one bad day, then you spend your time thinking about this:

What if I moved to a different country? What is the hardest part about it? How long it will take to assimilate to the new culture? How long it will take to fit in? How long it will take to get settled? Why I should move? Is it because I don't like my old country, or is it my job? Do I really-really-really want to try something different, or is it because of another reason? Will the new country culturally similar to my old country or completely different? How far away is it? Is it to another country on the same continent or do I move to a different continent?

Sort of like Mimpi Jakarta Kota Metropolitan or The American Dream.

Here are some random thoughts.

Moving to another country is a lot more difficult than what I thought it would be. Someone said the first year is ALWAYS the hardest. I'm not sure if it's harder when you are out of your teens. Some say that the younger you are the more flexible and easier to fit in. But I know for sure, you need to have a burning passion to move, a positive attitude and be more than 100% well prepared. There are always people who will take shots at your decision to move, and you should try and shut them out after you have made your decision. When you get to the new country you need to do the same. Only surround yourself with likeminded people who are 100% committed to make a success of the move. You are sure to find people from your country in the new country who are unhappy or thinking of moving back. This is the time of survival when you need to turn your back on them in a nice way.



One advantage that I had was that my husband and me are both Christians and so one of first priorities was to find a church to go to. We attend a church not so far from our place, like about 2 miles, and we made some nice friends. I've heard that good friends will keep you sane. Even if you aren't a christian, I would reccomend it to everyone that you should find a church to go to... hopefully you will find loving christian people who will take you in and help you settle in! And then everything else should fall into place fairly easily after that!
There is a certain deeper psychological dimension that you cannot be prepared for, even though you can prepare as you like for about every eventuality. It is loosening yourself from a certain group dynamic and having to re-integrate yourself in a new one in the new country. Where you come from a number of people can testify who you are just by the way they interact with you. Communications are very clear and open and one does not even think about how you communicate with one another. Where you go, initially you have to be very careful to communicate correctly. Different words may mean differently in the new country. Different non-verbal body language may also mean different things. Almost as though you have to recreate yourself from scratch. But usually if you are patient and positive, you may find that you end up with the exact same kind of friends you had from where you travelled from. If you had problems with friends and family where you come from, these same problems will surface again. You are who you are wherever you travel. You may find different opportunities though and/or be more lucky. It may also test you to the extent that you become stronger in yourself. But most important you need to do your research very well before you leave. I.e. how well are people doing in the profession that you are going to practice? Etc. Do you have enough funds to support yourself until you find a new job. Do you have enough funds to survive if something should go wrong with the job that was offered to you.

I think there's a difference between going to live in a place and moving permanently. Moving permanently is a huge deal. Moving to live in a place with the intention to return to your home country is not such a big thing, comparing to moving permanently.

The hardest part of moving to another country is getting the day to do things done. At home you know how to go to the dentist and what to expect, how to get the internet connected, where to buy shoelaces, how much you can drink before you can't legally drive, how to file taxes, whether you can expect to get your rental deposit back, where you can park your car, etc, etc.. I'd imagine things might be complicated if you have kids.

Another hard part is actually pulling the trigger on the move. It's easy to plan and think about it. Lots of people say they want to try living in a foreign place, but in the end they pull out before actually doing it. It takes courage (especially the first time). In some places (perhaps most, all even?) you can never fully assimilate. Depends on the place. Perhaps a year or two to really sort out the things like I listed above. But you can become comfortable very quickly if you accept the fact that you won't know everything right away. The people who have the hardest time in foreign places are those who have strong expectations for how things should be. For example, many western people hate lateness. But many places around the world its quite normal for somebody to be 15 minutes (or more) late for an agreed meeting. Some people just can't deal with it. They'll mentally set it up as a "me vs. the whole country" and because they know they are right and people shouldn't be late. They will be bitter, judgmental, unforgiving for it. The only reasonable thing you can do is suck it up and try to enjoy yourself anyway. You have zero chance of really changing the whole country.

Fitting in doesn't seem much different to fitting in at home really. Lots of people make a big deal of cultural factors. Of course they are important and you have to learn them. But on the other hand if you show a genuine interest in people's culture then they will quickly forgive you for breaking most cultural rules. Some foreigners spend a lot of time comparing their new country with their old. It's easiest to move with work because they will take care of a lot of logistics for you and there will be people to help you when you get there. Moving by yourself is more exciting. You might develop a different perspective on your own country after you have lived in another. I think in most cases people who move because they are unhappy with their own country end up being unhappy in the next.



About being settled, I guess it depends on what you mean by settled. Normally a week or two to get a place to stay, know how to get to the supermarket, how to get around (get a car if necessary) etc. Some things take much longer. It can take ages to sort out immigration issues and things like that.

Soon after I moved here, I quickly realize how powerful and influential America is. And you learn to appreciate, accept, and even admire the cultural differences. If you are a typical American, you think you are accepting of other races, religions, ideologies, etc. Once you live in another country, you understand it on a deeper level. So while the adjustment was difficult, it was well worth it. The world becomes a much larger place. I think every person should live in another country for more than a year. It's very enriching.