Sabtu, 22 Oktober 2011

Scented Coconut Rice (Nasi Uduk)

The famous "Nasi Uduk" or "Scented Coconut Rice" is very well known in Indonesia especially in Jakarta. We usually eat the coconut rice with fried chicken, fried rice noodles (bihun goreng), tempe, tofu, sambal (chilli), krupuk, basil leaves, and sliced omelette. Sometimes I could eat it with fried boiled egg in
sambal, chicken gizzard satay, quail eggs satay, or even catfish in balado sauce. Hmmmm, did I say 'em all? :)

This food usually sold in the morning for breakfast. You can find some of the Nasi Uduk seller with a table full of food along the street. They will wrap the food in the banana leaves, make it look like a mini mountain. Nasi Uduk is also common for dinner or even for a very late dinner. There are a lot of street sellers who sell fried chicken have this menu, or you can find it easily at Betawi (batavian) style restaurant, sometimes with fried duck / grilled duck, complete with lalapan and sambal. There's no way to let your stomach empty in Jakarta, because they sell this food until after midnight.
When I was staying in Tanjung Duren area, West Jakarta, there's a Nasi Uduk seller not far from my place. She sells every weekday from 6 am until 10 am - 11 am accross the public elementary school. The price is surprisingly very cheap, because I could only spend Rp 2.000,00 - Rp 3.000,- for a big breakfast. How cheap is that! And, yum....!





Ingredients:

  1. 500 gram rice, washed
  2. 400 ml coconut milk + 200 ml water
  3. 3 stalks lemongrass
  4. 3 cm galangal, crushed
  5. 1 tbs salt
  6. 2 pcs Indonesian bay leaves
  7. 2 pcs pandan leaves, crushed a bit and make a knot on each leaves (optional)
  8. 1 tsp corriander powder (optional)


Peanut Sambal

Ingredients:

  1. 100 gram roasted peanut
  2. 1-10 pcs red chili (options)
  3. 1 tsp salt
  4. 1 sdm sugar
  5. 1s sdm vinegar
  6. 150 ml water

Side Dish :

  • Fried Dried Anchovy (salted)
  • Stir fried veggies
  • Roasted Peanuts
  • Fried Shallots
  • Emping Goreng (krupuk from Gnetum gnemon)
  • Peanut Sambal
  • Thin fried scrambled egg (omellete), sliced
    Balado Tofu/Tempe/Egg


Procedure:
Steam the washed rice for 25 minutes, then bring into the rice cooker. Boil coconut milk with bay leaf, lemon grass, galangal and salt to taste until nearly boiling, then bring into the rice that already in the rice cooker.
Or---if you'd like a faster way--- throw at least 6 first ingredients in to the rice cooker, cook it until it's done.
When it's done, Let it sit for about 10 minutes for better texture.
For Peanut Sambal, grind everything together in the food processor or you may use mortar if you like more work :)
Serve with side dish.
Enjoy! :)

Selasa, 18 Oktober 2011

Gudeg dengan Slow Cooker














Selama tinggal di Michigan, saya membuat gudeg bukan
menggunakan panci biasa, melainkan slow cooker yang
menggunakan energi listrik. Rasanya sama persis dengan
Gudeg Jogja di tanah air, mungkin sensasinya yang membuatnya
sedikit berbeda karena biasanya tinggal makan gudeg bikinan
Mama, tambah lagi nggak ada yang diajak ngomong bahasa jawa
dan ditambah rasa rindu pada tanah air. Gudeg Jogja ini sebagai
obat kangen setelah lama tinggal di US.

Bahan:
2 kaleng nangka muda (Young Green Jackfruit in water @20 oz), buang airnya, bilas, tiriskan.
2 fillet dada ayam (chicken fillet) yang sudah dipotong-potong, atau bisa juga 6-12 pcs ayam bagian paha /sayap6 - 12 butir telur ayam rebus (chicken eggs), kupas kulitnya.
1 kotak Tahu (Tofu-super firm) belah 2 lalu tiap bagian potong mjd 4 bagian.
1 ltr air kelapa (coconut water)
2 sachet teh hitam celup (black tea)
1 kaleng (13,66 oz) santan kental (Coconut Milk unsweetened first pressing)
8 – 10 lembar daun salam (bay leaves from Indonesia)
4-6 iris lengkuas (galangal) ½ x 8cm yg diiris menurut panjangnya
200 gr gula merah (coconut sugar/palm sugar), iris hingga halus

Haluskan :
12 butir kemiri (candle nuts)
6 butir bawang merah (shallot)
6 siung bawang putih (garlic)
1 sendok teh ketumbar (corriander) yang sudah disangrai
1/2 sendok teh adas (cumin)
2 sendok makan garam (salt)

Cara Membuat :
Tahap I
Tata daun salam menutupi dasar panci slow cooker, tata juga diatasnya irisan lengkuas.
Masukkan berturut turut potongan nangka muda, ayam, telur rebus, tahu, gula merah, air kelapa. Letakkan 2 kantung teh celup di bagian paling atas.
Tambahkan air kelapa. Pastikan semua bahan terkena siraman.
Tutup panci, masak dengan settingan panas yg "High" , tanpa dibuka tutupnya sekalipun selama kira-kira 4 jam.

Tahap II
Setelah 4 jam, buang kantung teh celup. Angkat telur & tahu, sisihkan sementara agar tidak hancur.
Masukkan santan, aduk-aduk dengan sendok kayu sambil menghancurkan potongan nangka (jaga jangan sampai daun salam dan lengkuasnya terangkat . Pada tahap ini volume nangka menjadi kurang lebih setengahnya.
Masukkan kembali telur & tahu sampai sedikit terkubur dalam nangka.
Masak lagi dengan settingan panas yg "Low" selama minimal 6-7 jam.
Aduk pelan-pelan sesekali sampai santan habis.
Hasilnya gudeg cantik berwarna coklat kemerahan dengan cairan yang sedikit dan kental.

Siramkan areh/ kuah opor ayam kental diatas gudeg nangka ini secukupnya pada saat dihidangkan.

Side Dish :
Sambal Goreng Krecek
300 gr krupuk krecek (pork skin)1 kaleng kacang merah (red bean)
Cabe rawit besar warna merah, kuning dan hijau (Chilli peppers, optional)
1 sdt asam (wet tamarind)1 batang serai, memarkan
1 kaleng kecil santan (small can of coconut milk)
3 lbr daun salam (indian bay leaves from Indonesia
3 lbr daun jeruk purut (key lime leaves)
6 cm lengkuas, memarkan (galangal)
100 gr cabe merah besar, rebus, blender halus (red chilli pepper skin, boiled, grinded)
100 cc canola oil
500 cc air (kekentalan sesuai selera)
garam secukupnya (salt)
gula merah secukupnya (coconut sugar/palm sugar)

Haluskan :
8-10 btr bawang merah (shallot)
8-10 siung bawang putih (garlic)

Cara Membuat :
Rendam krecek dgn air biasa hingga lunak,tiriskan. Ulangi sampai semua minyak hampir hilang dan air jernih.
Tumis cabe merah halus dengan 100 cc minyak canola, hingga minyaknya keluar dan berwarna merah menyala, sisihkan.
Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit sisa minyak tumisan cabe sampai harum, masukkan serai, daun jeruk purut.
Tuangi campuran santan, tambahkan air hingga kekentalan sesuai selera, didihkan, bubuhi garam dan gula merah.
Masukkan kacang merah, masak sampai matang, kemudian masukkan kreceknya. Timba-timba agar santan tidak pecah , setelah agak mengental masukkan cabe rawit.
Masak terus sampai kuah mengental, dan minyak berwarna merah cerah mengambang dipermukaan.
Catatan:
Ampas gudeg yang berupa salam, laos dan sedikit gosongan nangka berbumbu bisa dipakai untuk membuat telur pindang susulan. Tambahkan air/santan encer, garam dan gula secukupnya sampai telur rebus yg diretakkan kulitnya terendam. Masak lagi sampai kulit telur coklat, dan bumbu meresap.

Selamat mencoba!

Kamis, 13 Oktober 2011

Tips Tampil Menarik Untuk Wanita Plus Size

Membuka PO untuk Plus Size Women Dresses, Jackets, dan Tops yang High Quality ini menarik deh! Baju-bajunya kualitas export USA dan style-nya cantik nan elegan. Yang mengenakannya dijamin pede. Nggak mudah lho mencari busana ukuran plus di Indonesia.Busana yang cocok dikenakan oleh wanita asia berukuran plus size / bertubuh gemuk adalah busana yang membuat mereka tampil penuh percaya diri, dengan menutupi kekurangannya, dan yang menimbulkan rasa memiliki penampilan menarik (cantik).Di bawah ini, ada lima kata kunci yang dapat membantu penampilanmu menarik:

1. BE YOUR SELF
Jadilah dirimu sendiri. Dengan style berbusana sendiri, sehingga kamu tampil unik dan berbeda dari yang lain. Untuk mendapatkan style yang paling cocok dengan kepribadian, diperlukan waktu untuk bereksperimen. Cobalah berbagai gaya berbusana, hingga menemukan style yang paling sesuai dengan kepribadian, profesi, usia, dan bentuk tubuh. Mintalah saran perancang busana bagaimana, konsep berbusana yang pas bagimu sekaligus dibuatkan beberapa desain busana. Kamu bisa mengadaptasi desain tersebut, bawalah beberapa lembar bahan ke tukang jahit langganan, untuk dibuatkan busana tiruannya.

2. HARMONY
Menyatukan semua ornamen busana yang kamu kenakan menjadi satu kesatuan yang saling mendukung. Pertimbangkan selalu keserasian warna, model busana, aksesori, sepatu maupun tas yang kamu kenakan. Bila kamu memilih konsep berbusana etnik elegan, hindari mengenakan kaos turtle neck hitam. Rok batik yang berkesan etnik, tidak cocok dipadukandengan sepatu kets dan tas ransel yang casual, karena akan membuat penampilanmu menjadi tidak elegan.

3. DETAIL
Simpan saja busana yang telah kusam, sobek, kekecilan/kebesaran, dan sepatu dengan tumit miring, Hindari mengenakan blus cantik dan mahal harganya tetapi dengan keliman blus terbuka sehingga benangnya menjuntai. Bayangkan jika kamu mengenakannya saat tampil sebagai pembicara dalam pertemuan formal. Kerapian dan kebersihan dalam berbusana menjadi hal penting agar kamu selalu tampil menarik. Indah dan serasi bukan berarti mengenakan busana yang mahal harganya. Kesederhanaan sebagai konsep berbusana adalah cermat memilih detail yang indah dan menarik.

4. KREATIVITAS
Diperlukan ketrampilan dan kejelian untuk selalu tampil menarik. Senatiasa gunakanlah kreatifitas dalam membuat busana, memilih atau memadu-padankan busana dansegala pernak-pernik perlengkapannya agar anda senantiasa tampil berbeda dan menarik.

5. PLUS SIZE IS BEAUTIFUL
Jangan terlalu terpengaruh dengan media yang mengatakan kurus itu indah, karena mereka juga mengatakan ayo gunakan whitening! Curvy itu indah lho, buktinya orang bule itu mayoritas chubby. Diet bukan berarti makan dengan porsi mini seperti kucing hihi... tapi menu sehat itu baru namanya diet yang benar. Para model yg chubby mudah ditemui di channel tv belanja online. Mereka lebih santai, tidak depresi dan bulimia seperti gambaran model yang disebarkan oleh media di Asia.

Patra Plus Size Tafetta Dress




Kehidupan di Negeri Orang

Kamis, 12 Oktober 2011

Setahun lebih sudah aku meninggalkan tanah air, Indonesia untuk tinggal di Grand Rapids, Michigan, The United States. Tinggal di Amerika itu tidak semudah yang kubayangkan. Mengurus dokumen-dokumen penting memang sebaiknya menggunakan jasa lawyer, jika tidak tahu peraturan main. Selain itu dari awal harus punya mental baja karena akan menjumpai banyak hal yang memerlukan proses adaptasi, mengingat aku tumbuh di negara yang menjunjung tinggi adat timur. Sebagai wanita Indonesia berdarah Indo-Tionghoa, banyak sekali hal-hal di Amerika yang tenyata sangat berbeda dengan hal-hal yang lazim aku jumpai di Indonesia. Jika dibuat daftar bisa-bisa dari A-Z bahkan A"- Z".

Belakangan ini aku menyadari bahwa aku juga tidak ingin nilai-nilai yang ditumbuhkan orang tuaku di dalam keluarga kami pupus hanya karena aku tinggal di Amerika, a free country - katanya. Aku tidak ingin berubah ke arah penurunan moral seperti seseorang yang pernah kukenal, yang telah mengalami 'degradasi moral' setelah 7-8 tahun tinggal dan bekerja (ilegal) di New York. Jangan sampai prinsip "kepala jadi kaki, kaki jadi kepala" ataupun "menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan" menjadi dasar pola pikirku dan mendasari tindakanku. Prinsip satu-satunya yang paling handal dan patut dipraktekkan dalam hidup keseharian kami hanya prinsip kekristenan. Bukannya sok religius lho ya... tapi menurut pengalaman hidup dan pendengaran tentang Firman Tuhan, membuatku percaya dan lebih mantap untuk mengakui hal tersebut.

Menjalani kehidupan di negeri orang, sudah jelas sulit dan berat, apalagi tidak ada sanak saudara di sini. Biarpun sudah setahun lebih di GR tapi koq ya aku masih merasa seperti turis. Mungkin karena masih banyak orang yang menatapku dengan pandangan "special" (ataukah ini hanya ge-er?) seperti saat aku melihat bule di Jakarta dulu? Selain rasa ge-er itu, ada saat-saat di mana aku down, kehilangan kesabaran, muncul kekuatiran yang ini lah - yang itu keq. Misalnya, dalam hal keamanan, di Amerika banyak orang yang bertingkah aneh bisa ditemui di area umum. Dalam hal kesehatan, makanan instant / semi instant cukup mendominasi pasaran sehingga jika salah pilih salah-salah malah menjadi penyakit. Sayuran / daging segar harganya mahal semua. Setiap pergi belanja, menulis list keperluan adalah wajib (!!!) untuk menghindari efek dompet bocor.
Di segi ekonomi, semua barang di Amerika harganya mahal, jeunk! Yang murah hanya ada di garage sale / thrifty store tapi kebanyakan barang bekas gitu euy! 
Di balik semua itu, katakan saja aku cukup beruntung (diberkati) dengan menikah dengan C, walaupun terkadang dia sumber emosi juga. Tanpa bermaksud men-generalisasi ataupun men-diskredit-kan western men, karakter C berbeda karena dia menjunjung tinggi nilai-nilai pernikahan kristen dan selalu berusaha menjadi penyabar. Dalam hal ini, C patut diacungi 2 jempol.