Senin, 30 Mei 2011

Daur Ulang Kaos Menjadi Kaos Halter Gaya Fake 2in1

Hari Minggu pagi di rumah saja, kelihatannya memang berdua dengan C, tapi rasanya seperti sendirian saja nih. Daripada bosan, aku menemukan ide untuk mengisi waktu dengan sebuah proyek kecil, yaitu mendaur ulang kaos milik C. Tempo hari C menyumbangkan 2 buah kaos yang sudah lama tidak dipakai, yang 1 berwarna hijau, yang 1 berwarna abu-abu. Hm, bisa jadi kombinasi yang bagus, pikirku.

Untuk menjahit Kaos Halter Gaya Fake 2in1, tidak memerlukan keahlian menjahit tingkat tinggi. Penjahit tingkat pemula bisa mencobanya, hitung-hitung lumayan kan untuk latihan. Yang penting usahakanlah agar jahitan tidak serong ke kanan-kiri.
Berikut langkah-langkahnya :


1. Pilih salah 1 kaos untuk bagian inti. Aku memilih kaos warna abu-abu untuk bagian inti ini.
Lipat di bagian tengah sehinga kaos tampak seperti foto pertama di samping.
Bagian depan :
Gunting bagian leher, bagian tepi sepanjang badan kaos, juga bagian lengan, lalu singkirkan. Bagian bawah tidak kupotong karena kondisinya masih bagus. Jadi panjang kaos aku biarkan seperti apa adanya.
Bagian belakang:
Sama seperti bagian depan, gunting bagian leher, bagian tepi sepanjang badan kaos, juga bagian lengan, lalu singkirkan. Bentuk menjadi model halter.
Rapikan potongan.



3. Potong bagian bawah kaos ke-2, untuk dijahit ke bagian leher.












4. Jahit dari luar di bagian keliling leher kaos inti (leher depan dan leher belakang).














Hasilnya terlihat seperti ini. Kaos inti (warna abu-abu) tidak perlu diobras.

5. Potong bagian samping kaos ke-2 selebar 5 cm. Panjangnya sesuai dengan keliling lengan kaos ke-1. Setelah itu lipat di bagian tengah, jahit lurus mengikuti tepi potongan agar hasilnya menjadi seperti potongan kaos ke-2 bagian bawah. Lalu jahit ke sekeliling kaos inti bagian lengan.




6. Kaos Halter Gaya Fake 2in1 sudah jadi deh!

















Oya, untuk dalaman, bisa pakai kaos model kemben atau tank top.

Kaos Halter Gaya Fake 2in1 ini cocok untuk acara santai, misalnya BBQ bersama teman-teman, berkebun, pergi memancing, atau sekedar jalan-jalan santai.

Jadi jika kamu punya 2 kaos di lemari bajumu, silakan mencoba membuat Kaos Halter Gaya Fake 2in1 seperti yang aku buat.

Selamat mencoba!





Sabtu, 28 Mei 2011

Sadar Hijau

Hari ini matahari bersinar kembali. Oh indahnya, cuaca hangat yang bersahabat seperti ini selalu membuatku ingat akan Jakarta yang panas. Dulu aku selalu menghindar untuk keluar rumah di siang yang panas, terutama hari Minggu. Jika sampai aku bepergian di siang terik, itu karena kepepet, misalnya lapar atau ingin ngadem di mall. Lucu juga jika ingat tempo doeloe.
Tahun ini aku dan C bersama-sama memulai menanam tanaman herbal dan sayuran sejak awal spring. C ingin memiliki tanaman hidroponik dan aku ingin di keperluan dapur tersedia di rumah, tinggal petik jika butuh. Kami memulai menanam secara indoor ( di dalam rumah) dari nol alias dari bibit. Dengan menggunakan lampu khusus untuk tanaman indoor, bibit-bibit tersebut mulai bertumbuh dengan baik, kecuali bayam. Mungkin aku terlalu banyak menyiramnya dengan air, sehingga bayam itu lemas lalu membusuk perlahan dan mati.
Mulai pertengahan bulan lalu, beberapa tanaman yang aku taruh di luar rumah agar terjangkau sinar matahari langsung. Ada beberapa macam yaitu : tomat, cabe, rosemary, oregano, thyme, dan mint.

Di dalam rumah, pemandangan "taman seperti hutan kecil" diramaikan dengan : tomat, tomatillo, cabe paprika (bell pepper), habanero, strawberry, cabe, kari, dill, taragon, sage, melon, selada, kemangi, parsley untuk bumbu, dan parsley keriting untuk garnis (hiasan pada makanan, sebagai sentuhan akhir). Juga ada 4 macam tanaman bunga, yang semuanya aku mulai dari bibit. Untuk pot, tidak semuanya aku beli. Sebisa mungkin menggunakan wadah bekas, misalnya jerigen susu, kemasan ayam panggang/roti, botol minuman ringan, kaleng bubuk kopi, dll.

Seminggu yang lalu aku mencoba lagi untuk menumbuhkan bayam, kali ini sekalian juga menanam ketumbar karena aku hanya punya 1 pohon ketumbar. Di sini lebih terkenal dengan nama "Cilantro", biasanya dipakai untuk masakan Mexico atau Asia. Aku memulainya dengan menaruh tanah di dalam plastik kemasan bekas wadah telur asin, dan di setiap lubang bekas telur itu aku taruh 2-3 butir bibit sedalam 2 mm. Memberi jarak pada tiap bibit sekitar 1 cm sengaja aku lakukan agar nantinya mereka tidak tumbuh saling menempel, yang akan menyusahkan saja nanti saat aku pindahkan ke pot yang lebih besar. Kemudian disiram dengan air yang khusus aku siapkan untuk tanaman (mengandung mineral yang dilarutkan sesuai kadar yang dianjurkan), kali ini aku lebih berhati-hati agar tidak terlalu becek dan juga terlalu "padang pasir". Untuk lampunya, aku pakai yang memiliki spektrum penuh agar kebutuhan tanaman terpenuhi dengan baik. Lampu ini aku beli dari toko tanaman favoritku. Rupanya dalam seminggu, bayam sudah menunjukkan tanda-tanda hijaunya. Cepat juga ya...hihihi senangnya... Rasanya seru deh, excited sekali.
Suatu ketika tanpa sengaja aku mematahkan satu pohon tomat, karena berusaha memasang tongkat bambu untuk menunjang batang pohon. Sempat panik juga, sedih... (padahal masih ada 22 pohon tomat lainnya). Duh bagaimana ini? Untungnya C punya ide bagus. Bagian atas pohon tomat yg aku patahkan itu kutaruh di air bermineral di dalam botol bekas saus salsa, cukup bagian kakinya saja yang tercelup. Alhasil, benar juga...! Tumbuh akar-akar baru lho! Ajaib rasanya. Aku berkelakar, bagaimana jika aku patahkan saja semua pohon tomat agar berhasil ganda :)
Memang bercocok-tanam kecil-kecilan adalah hobi yang menyenangkan, padahal tadinya aku hanya iseng-iseng ingin mengisi waktu luang saja. Ayo, manfaatkan waktumu dan kemasan botol plastik bekasmu untuk menanam. Indoor ataupun outdoor, layak dicoba. Selain go green kecil-kecilan, kamu juga akan menghemat pengeluaran untuk belanja keperluan dapur. Manfaat lainnya adalah manfaat psikologis, bersemangat dan tersenyum saat tanaman tumbuh besar dan saat waktunya panen. Tunggu apalagi!




Sabtu, 21 Mei 2011

Bersinarlah!

Seorang pria teman lama yang kukenal dari sekolah dulu, sebut saja si A, dengan gambar fotonya yang masih kecil kurus seperti dulu, seringkali meng-update statusnya dengan kata-kata yang mengandung unsur religius. Satu kali ketika seorang teman wanita kami, sebut saja si C, memunculkan foto perdananya di facebook, siang itu juga si A langsung berkomentar, "Fotonya kurang hot....," di bawah komentar teman-teman lain. Terus terang komentar itu cukup membuatku heran sampai hari ini. Meskipun itu bercanda atau apapun namanya, rasanya koq kurang pantas. Terlebih lagi jika komentar itu akan dibaca banyak orang. Aku tidak ingin terlalu jauh menilai perbuatan si A terhadap si C, dan aku tidak ingin "menyelidiki" sejarah lika-liku mengapa dan bagaimana si C pantas mendapatkan komentar demikian. Dalam hati aku hanya berkata, "Jangan sampai aku dan keturunanku nanti lancang baik dalam pikiran, kata-kata, maupun perbuatan. Jadikan kami semakin bijaksana. God help us."

Hari ini aku memikirkan tentang apa yang dapat terjadi dalam kehidupan seseorang setelah tahun-tahun berlalu, apakah dia menjadi semakin dewasa dengan bertambah dalam hikmat pengertiannya dan semakin berisi semakin menunduk, ataukah hanya begitu-begitu saja alias suam-suam kuku dalam arti tidak panas namun tidak juga dingin, ataukan menjadi semakin rendah dan dangkal.
Terkadang seseorang melakukan hal yang cenderung hypocrite, "berpura-pura menjadi lebih baik daripada dirinya yang sebenarnya atau yang ingin terlihat saleh, berbudi luhur tanpa benar-benar berbuat demikian." , biasanya orang itu akan cenderung mengatakan satu hal dan melakukan hal sebaliknya. Mereka menerapan standar ganda dalam hidup, sambil setengah berharap akan membawa kebaikan dari kedua dunia tersebut. Mereka pergi ke gereja pada hari Minggu dan segera setelah mereka berjalan keluar pintu, mereka kembali ke hidup "biasa".

"Melakukan hal yang benar" tidaklah berarti melakukan apa pun yang terbaik untuk melayani keinginan nafsu kita. Kurangnya kewaspadaan terhadap rayuan dosa telah membuat banyak orang menjalani hidup munafik. Walaupun dalam hati kita, kita tahu sepenuhnya bahwa ada sesuatu yang secara moral salah dengan tindakan kita, tetapi kita tetap melakukannya karena
rasanya enak atau nyaman menurut hemat kita sendiri.

Jika kita ingin maju, setidaknya melangkahlah ke depan walaupun hanya selangkah (demi selangkah). Jika kita pernah jatuh, it's oke, tapi kemudian bangkitlah. Lalu lakukan perbaikan di titik-titik yang kau rasa di situlah kelemahanmu. Berusahalah berhenti melakukan perbuatan, berpikiran, dan berkata-kata yang negatif. Hal itu semua adalah pekerjaan sia-sia di bawah matahari dan tidak ada untungnya. Apa yang kau katakan adalah apa yang akan kau dapatkan. Ibaratnya, iman tanpa perbuatan adalah mati, maka jika kau memiliki iman, berpikirlah positif, dan berkata-katalah dengan bijaksana dan penuh kesadaran dan tanggung jawab, maka dengan imanmu itu engkau akan mendapatkan apa yang pantas kau dapatkan -- jika memang itu yang terbaik untukmu. Dan meskipun kau hanyalah sebuah lilin kecil, tetaplah pancarkan cahaya kasihNya! Bersinarlah semampumu, dan jangan biarkan apimu padam.

God bless us.

Kamis, 19 Mei 2011

Sebuah Awal Baru

Spring 2011. Malam ini langit mendung di Grand Rapids, Michigan seperti kemarin. Sedikit gerimis menyirami jalanan dan rumput-rumput di luar sana. Sunyi sekali... Tidak ada suara kodok, ataupun jangkrik. Rupanya jam di laptopku menunjukkan angka 4 lewat. Hampir subuh, tapi mataku masih belum bisa terpejam, seperti biasa.

Malam ini, aku memutuskan untuk memulai menulis blog. Sebuah awal baru dari hal yang ingin kulakukan (lagi) dengan berbagi (sharing). Belakangan ini aku melihat semakin banyak informasi dalam bahasa asing yang dapat ditemukan melalui internet, tapi sedikit sekali yang diterjemahkan ataupun ditulis dalam bahasa Indonesia. Rasanya ingin berbagi. Mampukan aku ya Tuhan, untuk berbagi pengetahuan dan informasi agar pembaca blogku ini mendapatkan apa yang mereka butuhkan melalui blogku ini. Amin.

Apabila ada pesan, saran, dan kesan silakan menyumbang komentar, asalkan jujur, sopan, dan beretiket baik. Terima kasih sebelumnya. :)