Thanksgiving 2011 sudah berlalu. Now what's next? Aku berpikir. Sebuah pengharapan besar telah Tuhan taruh di dalam hatiku. Hm... Menunggu dan menunggu. Manusia hidup selalu menunggu. Tetapi bagaimana sebaiknya aku bersikap saat menunggu? Bagaimana metode menunggu itu?
Mazmur 33 : 20
TB: Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
Banyak problem di dalam kehidupan ini. Tetapi aku mau menantikan pertolongan Tuhan dengan pengharapan, sehingga mendapatkan kepastian. Itu karena aku telah mengenal kualitas pertolongan itu. Kehidupan ini akan kita jalani dengan nyaman, jika kita memiliki pengharapan yang pasti. Menanti itu bukan berarti diam, meskipun banyak orang berkata sebaliknya.
1 Korintus 1 : 7
Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
Menanti kedatangan Tuhan itu bukan berarti setelah dibabtis lalu kita tidur, leha-leha, diam. Tuhan memberikan kepada kita spiritual gift, itu akan memberikan berkat bagi kita dan orang-orang beriman. Manage dan maximalkan karunia dari Tuhan, sehingga menjadi berkat bagi sesama kita. Jangan diam saja karena karunia itu akan hilang.
Matius 24 : 46
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Ayat itu bercerita tentang apa yang sebaiknya kita lakukan sementara kita menunggu. Menanti itu bukan membosankan, tetapi haruslah produktif dan efektif karena kita tidak ingin apa yang kita kerjakan tidak ada hasilnya. Apa yang bisa lakukan, lakukanlah itu.
Kejadian 15 : 1 & 5
15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Waiting in hope. Jika aku menghitung bintang di langit, aku teringat janji Tuhan kepada Abraham. Kondisi Abraham dan istrinya saat itu sudah tua. Lihat Kejadian 16 : 1-2
16:1 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
16:2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
Itu bahaya! Harapan Sarai sudah menipis saat itu. Sarai berencana membangun rumah tangga melewati Hagai. Seperti tidak memiliki harapan lagi, sehingga terucaplah kata-kata itu dari mulut Sarai, dan Abraham mendengarkan kata istrinya itu.
Kejadian 16 : 3-4
16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
16:4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
Jika kita mengisi masa penantian dengan ide kita sendiri tanpa mengikuti tuntunan Tuhan, kita hanya akan menemukan problem.
Jalani kehidupan di dalam hidup ini dengan menggantungan harapan kepada Tuhan saja. Janganlah bersandar kepada pengertian sendiri.
Kejadian 16 : 5-6
16:5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."
16:6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya
Saat mulai ada masalah, kelihatan karakter sesungguhnya. Mulai saling menyalahkan dan saling lempar tanggung jawab. Nasihat baik untuk pemuda-pemudi, dalam mencari pasangan, carilah pasangan hidup yang menaruh harapannya kepada Tuhan dan beriman kepada Tuhan.
Aku bercermin dari firman Tuhan ini. Betapa rindunya aku untuk mengembangkan karunia-karunia Tuhan di dalam hidup ini dan menjadi berkat bagi orang lain, dan aku juga mendapatkan berkat dari Tuhan. Jangan sampai nanti anak-anakku tertindas dengan masalah karena aku tidak mengikuti kehendak Tuhan.
Jangan sampai penindasan seperti yang dilakukan Sarai terjadi di dalam hidupku dan menyusahkan orang lain. Aku ingin menantikan janji Tuhan dengan cara yang benar! Biarlah hari ini & depanku berada dalam pemeliharaan Tuhanku karena Dia tidak pernah gagal. Aku mau menaruh harapanku kepada Tuhan saja, berapapun lamanya, aku percaya janjiNya iya dan amien!
Matius 5 : 18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Tuhan mampu memberikan janjinya tepat waktu! Amien.
Catatam kotbah : The Art of Waiting
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Selasa, 29/03/2011
Rabu, 30 November 2011
Sabtu, 22 Oktober 2011
Scented Coconut Rice (Nasi Uduk) Recipe
The famous "Nasi Uduk" or "Scented Coconut Rice" is very well known in Indonesia especially in Jakarta. We usually eat the coconut rice with fried chicken, fried rice noodles (bihun goreng), tempe, tofu, sambal (chilli), krupuk, basil leaves, and sliced omelette. Sometimes I could eat it with fried boiled egg in
sambal, chicken gizzard satay, quail eggs satay, or even catfish in balado sauce. Hmmmm, did I say 'em all? :)
This food usually sold in the morning for breakfast. You can find some of the Nasi Uduk seller with a table full of food along the street. They will wrap the food in the banana leaves, make it look like a mini mountain. Nasi Uduk is also common for dinner or even for a very late dinner. There are a lot of street sellers who sell fried chicken have this menu, or you can find it easily at Betawi (batavian) style restaurant, sometimes with fried duck / grilled duck, complete with lalapan and sambal. There's no way to let your stomach empty in Jakarta, because they sell this food until after midnight.
When I was staying in Tanjung Duren area, West Jakarta, there's a Nasi Uduk seller not far from my place. She sells every weekday from 6 am until 10 am - 11 am accross the public elementary school. The price is surprisingly very cheap, because I could only spend Rp 2.000,00 - Rp 3.000,- for a big breakfast. How cheap is that! And, yum....!



Ingredients:
- 500 gram rice, washed
- 400 ml coconut milk + 200 ml water
- 3 stalks lemongrass
- 3 cm galangal, crushed
- 1 tbs salt
- 2 pcs Indonesian bay leaves
- 2 pcs pandan leaves, crushed a bit and make a knot on each leaves (optional)
- 1 tsp corriander powder (optional)
Peanut Sambal
Ingredients:
- 100 gram roasted peanut
- 1-10 pcs red chili (options)
- 1 tsp salt
- 1 sdm sugar
- 1s sdm vinegar
- 150 ml water
Side Dish :
- Fried Dried Anchovy (salted)
- Stir fried veggies
- Roasted Peanuts
- Fried Shallots
- Emping Goreng (krupuk from Gnetum gnemon)
- Peanut Sambal
- Thin fried scrambled egg (omellete), sliced
Balado Tofu/Tempe/Egg
Procedure:
Steam the washed rice for 25 minutes, then bring into the rice cooker. Boil coconut milk with bay leaf, lemon grass, galangal and salt to taste until nearly boiling, then bring into the rice that already in the rice cooker.
Or---if you'd like a faster way--- throw at least 6 first ingredients in to the rice cooker, cook it until it's done.
When it's done, Let it sit for about 10 minutes for better texture.
Or---if you'd like a faster way--- throw at least 6 first ingredients in to the rice cooker, cook it until it's done.
When it's done, Let it sit for about 10 minutes for better texture.
For Peanut Sambal, grind everything together in the food processor or you may use mortar if you like more work :)
Serve with side dish.
Enjoy! :)
Selasa, 18 Oktober 2011
Gudeg dengan Slow Cooker
Selama tinggal di Michigan, saya membuat gudeg bukan
menggunakan panci biasa, melainkan slow cooker yang
menggunakan energi listrik. Rasanya sama persis dengan
Gudeg Jogja di tanah air, mungkin sensasinya yang membuatnya
sedikit berbeda karena biasanya tinggal makan gudeg bikinan
Mama, tambah lagi nggak ada yang diajak ngomong bahasa jawa
dan ditambah rasa rindu pada tanah air. Gudeg Jogja ini sebagai
obat kangen setelah lama tinggal di US.
Bahan:
2 kaleng nangka muda (Young Green Jackfruit in water @20 oz), buang airnya, bilas, tiriskan.
2 fillet dada ayam (chicken fillet) yang sudah dipotong-potong, atau bisa juga 6-12 pcs ayam bagian paha /sayap6 - 12 butir telur ayam rebus (chicken eggs), kupas kulitnya.
1 kotak Tahu (Tofu-super firm) belah 2 lalu tiap bagian potong mjd 4 bagian.
1 ltr air kelapa (coconut water)
2 sachet teh hitam celup (black tea)
1 kaleng (13,66 oz) santan kental (Coconut Milk unsweetened first pressing)
8 – 10 lembar daun salam (bay leaves from Indonesia)
4-6 iris lengkuas (galangal) ½ x 8cm yg diiris menurut panjangnya
200 gr gula merah (coconut sugar/palm sugar), iris hingga halus
Haluskan :
12 butir kemiri (candle nuts)
6 butir bawang merah (shallot)
6 siung bawang putih (garlic)
1 sendok teh ketumbar (corriander) yang sudah disangrai
1/2 sendok teh adas (cumin)
2 sendok makan garam (salt)
Cara Membuat :
Tahap I
Tata daun salam menutupi dasar panci slow cooker, tata juga diatasnya irisan lengkuas.
Masukkan berturut turut potongan nangka muda, ayam, telur rebus, tahu, gula merah, air kelapa. Letakkan 2 kantung teh celup di bagian paling atas.
Tambahkan air kelapa. Pastikan semua bahan terkena siraman.
Tutup panci, masak dengan settingan panas yg "High" , tanpa dibuka tutupnya sekalipun selama kira-kira 4 jam.
Tahap II
Setelah 4 jam, buang kantung teh celup. Angkat telur & tahu, sisihkan sementara agar tidak hancur.
Masukkan santan, aduk-aduk dengan sendok kayu sambil menghancurkan potongan nangka (jaga jangan sampai daun salam dan lengkuasnya terangkat . Pada tahap ini volume nangka menjadi kurang lebih setengahnya.
Masukkan kembali telur & tahu sampai sedikit terkubur dalam nangka.
Masak lagi dengan settingan panas yg "Low" selama minimal 6-7 jam.
Aduk pelan-pelan sesekali sampai santan habis.
Hasilnya gudeg cantik berwarna coklat kemerahan dengan cairan yang sedikit dan kental.
Siramkan areh/ kuah opor ayam kental diatas gudeg nangka ini secukupnya pada saat dihidangkan.
Side Dish :
Sambal Goreng Krecek
300 gr krupuk krecek (pork skin)1 kaleng kacang merah (red bean)
Cabe rawit besar warna merah, kuning dan hijau (Chilli peppers, optional)
1 sdt asam (wet tamarind)1 batang serai, memarkan
1 kaleng kecil santan (small can of coconut milk)
3 lbr daun salam (indian bay leaves from Indonesia
3 lbr daun jeruk purut (key lime leaves)
6 cm lengkuas, memarkan (galangal)
100 gr cabe merah besar, rebus, blender halus (red chilli pepper skin, boiled, grinded)
100 cc canola oil
500 cc air (kekentalan sesuai selera)
garam secukupnya (salt)
gula merah secukupnya (coconut sugar/palm sugar)
Haluskan :
8-10 btr bawang merah (shallot)
8-10 siung bawang putih (garlic)
Cara Membuat :
Rendam krecek dgn air biasa hingga lunak,tiriskan. Ulangi sampai semua minyak hampir hilang dan air jernih.
Tumis cabe merah halus dengan 100 cc minyak canola, hingga minyaknya keluar dan berwarna merah menyala, sisihkan.
Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit sisa minyak tumisan cabe sampai harum, masukkan serai, daun jeruk purut.
Tuangi campuran santan, tambahkan air hingga kekentalan sesuai selera, didihkan, bubuhi garam dan gula merah.
Masukkan kacang merah, masak sampai matang, kemudian masukkan kreceknya. Timba-timba agar santan tidak pecah , setelah agak mengental masukkan cabe rawit.
Masak terus sampai kuah mengental, dan minyak berwarna merah cerah mengambang dipermukaan.
Catatan:
Ampas gudeg yang berupa salam, laos dan sedikit gosongan nangka berbumbu bisa dipakai untuk membuat telur pindang susulan. Tambahkan air/santan encer, garam dan gula secukupnya sampai telur rebus yg diretakkan kulitnya terendam. Masak lagi sampai kulit telur coklat, dan bumbu meresap.
Selamat mencoba!
Kamis, 13 Oktober 2011
Tips Tampil Menarik Untuk Wanita Plus Size
Membuka PO untuk Plus Size Women Dresses, Jackets, dan Tops yang High Quality ini menarik deh! Baju-bajunya kualitas export USA dan style-nya cantik nan elegan. Yang mengenakannya dijamin pede. Nggak mudah lho mencari busana ukuran plus di Indonesia.Busana yang cocok dikenakan oleh wanita asia berukuran plus size / bertubuh gemuk adalah busana yang membuat mereka tampil penuh percaya diri, dengan menutupi kekurangannya, dan yang menimbulkan rasa memiliki penampilan menarik (cantik).Di bawah ini, ada lima kata kunci yang dapat membantu penampilanmu menarik:
1. BE YOUR SELF
Jadilah dirimu sendiri. Dengan style berbusana sendiri, sehingga kamu tampil unik dan berbeda dari yang lain. Untuk mendapatkan style yang paling cocok dengan kepribadian, diperlukan waktu untuk bereksperimen. Cobalah berbagai gaya berbusana, hingga menemukan style yang paling sesuai dengan kepribadian, profesi, usia, dan bentuk tubuh. Mintalah saran perancang busana bagaimana, konsep berbusana yang pas bagimu sekaligus dibuatkan beberapa desain busana. Kamu bisa mengadaptasi desain tersebut, bawalah beberapa lembar bahan ke tukang jahit langganan, untuk dibuatkan busana tiruannya.
2. HARMONY
Menyatukan semua ornamen busana yang kamu kenakan menjadi satu kesatuan yang saling mendukung. Pertimbangkan selalu keserasian warna, model busana, aksesori, sepatu maupun tas yang kamu kenakan. Bila kamu memilih konsep berbusana etnik elegan, hindari mengenakan kaos turtle neck hitam. Rok batik yang berkesan etnik, tidak cocok dipadukandengan sepatu kets dan tas ransel yang casual, karena akan membuat penampilanmu menjadi tidak elegan.
3. DETAIL
Simpan saja busana yang telah kusam, sobek, kekecilan/kebesaran, dan sepatu dengan tumit miring, Hindari mengenakan blus cantik dan mahal harganya tetapi dengan keliman blus terbuka sehingga benangnya menjuntai. Bayangkan jika kamu mengenakannya saat tampil sebagai pembicara dalam pertemuan formal. Kerapian dan kebersihan dalam berbusana menjadi hal penting agar kamu selalu tampil menarik. Indah dan serasi bukan berarti mengenakan busana yang mahal harganya. Kesederhanaan sebagai konsep berbusana adalah cermat memilih detail yang indah dan menarik.
4. KREATIVITAS
Diperlukan ketrampilan dan kejelian untuk selalu tampil menarik. Senatiasa gunakanlah kreatifitas dalam membuat busana, memilih atau memadu-padankan busana dansegala pernak-pernik perlengkapannya agar anda senantiasa tampil berbeda dan menarik.
5. PLUS SIZE IS BEAUTIFUL
Jangan terlalu terpengaruh dengan media yang mengatakan kurus itu indah, karena mereka juga mengatakan ayo gunakan whitening! Curvy itu indah lho, buktinya orang bule itu mayoritas chubby. Diet bukan berarti makan dengan porsi mini seperti kucing hihi... tapi menu sehat itu baru namanya diet yang benar. Para model yg chubby mudah ditemui di channel tv belanja online. Mereka lebih santai, tidak depresi dan bulimia seperti gambaran model yang disebarkan oleh media di Asia.


Patra Plus Size Tafetta Dress
Kehidupan di Negeri Orang
Kamis, 12 Oktober 2011
Setahun lebih sudah aku meninggalkan tanah air, Indonesia untuk tinggal di Grand Rapids, Michigan, The United States. Tinggal di Amerika itu tidak semudah yang kubayangkan. Mengurus dokumen-dokumen penting memang sebaiknya menggunakan jasa lawyer, jika tidak tahu peraturan main. Selain itu dari awal harus punya mental baja karena akan menjumpai banyak hal yang memerlukan proses adaptasi, mengingat aku tumbuh di negara yang menjunjung tinggi adat timur. Sebagai wanita Indonesia berdarah Indo-Tionghoa, banyak sekali hal-hal di Amerika yang tenyata sangat berbeda dengan hal-hal yang lazim aku jumpai di Indonesia. Jika dibuat daftar bisa-bisa dari A-Z bahkan A"- Z".
Belakangan ini aku menyadari bahwa aku juga tidak ingin nilai-nilai yang ditumbuhkan orang tuaku di dalam keluarga kami pupus hanya karena aku tinggal di Amerika, a free country - katanya. Aku tidak ingin berubah ke arah penurunan moral seperti seseorang yang pernah kukenal, yang telah mengalami 'degradasi moral' setelah 7-8 tahun tinggal dan bekerja (ilegal) di New York. Jangan sampai prinsip "kepala jadi kaki, kaki jadi kepala" ataupun "menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan" menjadi dasar pola pikirku dan mendasari tindakanku. Prinsip satu-satunya yang paling handal dan patut dipraktekkan dalam hidup keseharian kami hanya prinsip kekristenan. Bukannya sok religius lho ya... tapi menurut pengalaman hidup dan pendengaran tentang Firman Tuhan, membuatku percaya dan lebih mantap untuk mengakui hal tersebut.
Menjalani kehidupan di negeri orang, sudah jelas sulit dan berat, apalagi tidak ada sanak saudara di sini. Biarpun sudah setahun lebih di GR tapi koq ya aku masih merasa seperti turis. Mungkin karena masih banyak orang yang menatapku dengan pandangan "special" (ataukah ini hanya ge-er?) seperti saat aku melihat bule di Jakarta dulu? Selain rasa ge-er itu, ada saat-saat di mana aku down, kehilangan kesabaran, muncul kekuatiran yang ini lah - yang itu keq. Misalnya, dalam hal keamanan, di Amerika banyak orang yang bertingkah aneh bisa ditemui di area umum. Dalam hal kesehatan, makanan instant / semi instant cukup mendominasi pasaran sehingga jika salah pilih salah-salah malah menjadi penyakit. Sayuran / daging segar harganya mahal semua. Setiap pergi belanja, menulis list keperluan adalah wajib (!!!) untuk menghindari efek dompet bocor.
Di segi ekonomi, semua barang di Amerika harganya mahal, jeunk! Yang murah hanya ada di garage sale / thrifty store tapi kebanyakan barang bekas gitu euy!
Di balik semua itu, katakan saja aku cukup beruntung (diberkati) dengan menikah dengan C, walaupun terkadang dia sumber emosi juga. Tanpa bermaksud men-generalisasi ataupun men-diskredit-kan western men, karakter C berbeda karena dia menjunjung tinggi nilai-nilai pernikahan kristen dan selalu berusaha menjadi penyabar. Dalam hal ini, C patut diacungi 2 jempol.
Di segi ekonomi, semua barang di Amerika harganya mahal, jeunk! Yang murah hanya ada di garage sale / thrifty store tapi kebanyakan barang bekas gitu euy!
Di balik semua itu, katakan saja aku cukup beruntung (diberkati) dengan menikah dengan C, walaupun terkadang dia sumber emosi juga. Tanpa bermaksud men-generalisasi ataupun men-diskredit-kan western men, karakter C berbeda karena dia menjunjung tinggi nilai-nilai pernikahan kristen dan selalu berusaha menjadi penyabar. Dalam hal ini, C patut diacungi 2 jempol.
Kamis, 22 September 2011
Jangan Tag Sembarangan
Stop ngetag facebook tanpa ijin! Cape deh... Bagaimana sih caranya agar pemilik ol shop itu tahu, ini masalah mental mereka yang "memanfaatkan" toko lain ? Misalnya saja di toko baju "Matahari" ada iklan toko saya "Jennilicious Boutique", kira-kira diijinkan nggak oleh pemilik toko Matahari? Secara psikologis (yang akal sehat) tentunya jawabnya adalah "tidak boleh". Betul atau betul? (maksa) hehehe....
Sesama toko ol mengapa ya, itu mengganggu sekali lho. Susah payah mengatur penampilan page padahal. Semua tahu, yang memiliki akun di facebook biasanya juga tahu. Masalahnya bukan tahu atau tidak tahu, tetapi PEDULI atau TIDAK PEDULI.
Ada saja orang lain yang nge-tag akunku/page-ku, padahal belum tentu itu fotoku, belum tentu aku setuju di-tag. Ada yang nge-tag sampai 4 foto sekaligus.... *ampun deh*. Apalagi online shop lain, sering sekali merasa bebas nge-tag akun orang lain/online shop lainnya tanpa permisi.
Belum lama ini facebook mengumumkan bahwa kita bisa menyetujui tag atau mau menghilangkan tag dari foto. Perkembangan baru seperti ini menurutku adalah bagus karena aku ingin lebih lagi dalam me-managing profile facebookku. Lumayan menghemat waktu juga, daripada waktuku habis untuk men-delete tag-tag yang isinya iklan. Padahal facebook sudah menyediakan fasilitas untuk ads/iklan, tapi dasar orang-orang mau jualan tapi nggak mau keluar modal untuk beriklain.
Pemilik ol shop/toko online, please hargailah toko online yang lainnya. Jangan tag sembarangan.
Sabtu, 03 September 2011
Statusmu Harimaumu
Pengguna facebook terbanyak adalah Indonesia. Wow!
Aku juga bersedia mengantarnya naik motor ke daerah suburb Solo, ke rumah papanya, karena dia kangen sudah lama tidak ketemu, waktu itu papanya tinggal di rumah kecil dengan istri barunya.
Statusmu harimaumu.
Aku ingat, kalau jaman aku SD dulu, masih nge-trend tukar menukar Buku Kenangan agar teman-teman menuliskan nama, alamat, tanggal lahir, hobby, cita-cita, dll. Jaman SMP-SMA aku bikin satu buku ukuran boxi per tahun, atau juga buku diari, dan teman-teman boleh menulis apa saja yang penting kata-kata yang manis, yang bagus-bagus, dan ditempeli foto mereka. Ada yang menulis syair lagu favoritnya, ada yang menulis hal-hal lucu yang kami alami atau sekedar bercanda melalui tulisan. Sekarang, jamannya facebook. Mami-mami pada kalah (gaptek =gagap teknologi) nggak tahu bagaimana caranya log in ke facebook, apalagi mendaftar, boro-boro deh :)
Perihal status, banyak modelnya. Ada yang curhat kesedihannya, ada yang bersyukur, ada juga status yang lucu dan aneh-aneh, status yang memberikan inspirasi/religius, atau marah-marah nggak jelas. Status di facebook bisa dibilang cukup mencerminkan kondisi psikologis dan mental si pemilik akun.
Satu yang sungguh membuatku heran, satu orang, karena aku cukup tahu kartu kehidupan dia, latar belakang hidupnya yang 'suram' dan penuh keputusasaan, kerasnya hidupnya dalam mencari uang, bahkan sampai sephianya aku juga tahu. Belakangan aku malas bicara dengannya, karena setelah aku bantu dia mendapatkan pekerjaan, dia mengincar posisiku sebagai asisten manajer dengan pendekatan yang tidak lazim. Dari situlah aku kecewa sekali dengannya. Terakhir sebelum aku tahu niat liciknya perihal pekerjaan itu, aku cukup dekat dengan dia. Aku pernah traktir dia makan di Duck King Restaurant, Grand Indonesia Mall, Jakarta. Bukan main, aku mau mengajak teman ke restaurant yang berkelas itu, berarti aku anggap teman terbaik, kurang bagaimana aku ini :) Aku sih nggak perhitungan karena saat itu menurutku dia adalah teman baikku. Nggak tahunya dia sekarang sombong sekali bahkan enggan menyapaku.
Entah apa yang ada di dalam pikirannya, hanya Tuhan yang tahu.
Yang penting aku nggak punya hutang budi ataupun hutang uang sama dia ataupun keluarganya.
Satu yang sungguh membuatku heran, satu orang, karena aku cukup tahu kartu kehidupan dia, latar belakang hidupnya yang 'suram' dan penuh keputusasaan, kerasnya hidupnya dalam mencari uang, bahkan sampai sephianya aku juga tahu. Belakangan aku malas bicara dengannya, karena setelah aku bantu dia mendapatkan pekerjaan, dia mengincar posisiku sebagai asisten manajer dengan pendekatan yang tidak lazim. Dari situlah aku kecewa sekali dengannya. Terakhir sebelum aku tahu niat liciknya perihal pekerjaan itu, aku cukup dekat dengan dia. Aku pernah traktir dia makan di Duck King Restaurant, Grand Indonesia Mall, Jakarta. Bukan main, aku mau mengajak teman ke restaurant yang berkelas itu, berarti aku anggap teman terbaik, kurang bagaimana aku ini :) Aku sih nggak perhitungan karena saat itu menurutku dia adalah teman baikku. Nggak tahunya dia sekarang sombong sekali bahkan enggan menyapaku.
Entah apa yang ada di dalam pikirannya, hanya Tuhan yang tahu.
Yang penting aku nggak punya hutang budi ataupun hutang uang sama dia ataupun keluarganya.
Orang tuaku juga mengenalnya. jadi dia sering sekali ke rumahku dan mendapatkan apa yang tidak dia dapatkan di rumahnya.
Waktu jaman dia susah, ditinggal pacar setelah terlanjur..., dikucilkan teman-teman lainnya, ditambah mamanya dia tidak memberi dukungan sama sekali.
Kalau ingat jaman dulu lagi, betapa pahitnya kehidupan dia. Sepulang gereja, di tengah jalan pun teman-teman dia akan memanggil dia sebagai pelac*r (lont*e - dalam bahasa jawa) dengan teriakan keras. Aku ingat dia duduk sebecak denganku, dia sampai menangis karena sakit hatinya dengan kata-kata itu. Waktu itu memang semua teman-temannya bahkan keluarganya memojokkan posisi dia karena dia adalah a teen mom without a husband. Tapi aku tidak ikut-ikutan & tidak bertindak seperti teman-teman lain, bahkan aku tetap menerimanya sebagai temanku --- meskipun budaya di Indonesia, apalagi di kota Solo, keadaan dia saat itu adalah aib besar (buesuarrrr).
Waktu jaman dia susah, ditinggal pacar setelah terlanjur..., dikucilkan teman-teman lainnya, ditambah mamanya dia tidak memberi dukungan sama sekali.
Kalau ingat jaman dulu lagi, betapa pahitnya kehidupan dia. Sepulang gereja, di tengah jalan pun teman-teman dia akan memanggil dia sebagai pelac*r (lont*e - dalam bahasa jawa) dengan teriakan keras. Aku ingat dia duduk sebecak denganku, dia sampai menangis karena sakit hatinya dengan kata-kata itu. Waktu itu memang semua teman-temannya bahkan keluarganya memojokkan posisi dia karena dia adalah a teen mom without a husband. Tapi aku tidak ikut-ikutan & tidak bertindak seperti teman-teman lain, bahkan aku tetap menerimanya sebagai temanku --- meskipun budaya di Indonesia, apalagi di kota Solo, keadaan dia saat itu adalah aib besar (buesuarrrr).
Aku juga bersedia mengantarnya naik motor ke daerah suburb Solo, ke rumah papanya, karena dia kangen sudah lama tidak ketemu, waktu itu papanya tinggal di rumah kecil dengan istri barunya.
Kemudian saat dia memutuskan kembali ke bangku SMA, dia harus membohongi teman-teman karena dia malu dengan nama sekolahnya yg bukan sekolah favorit di kota Solo. Demikian juga halnya saat dia kuliah di Pignatelli. Entah mengapa aku kurang paham. Menurutku itu sidah sifat dia. Dalam tindakan sehari-hari aku sih tidak terlalu concern. Satu lagi, dulu kami satu kost, yaitu di depan sekolahku, bahkan satu kamar juga. Dia ingin satu kost denganku karena dekat juga ke sekolahnya.
Aku tidak mengerti jalan pikirannya, mengapa dia sekarang sejahat itu, tapi yah sudahlah.
Semoga dia tidak seburuk dan sejahat apa yang aku pikirkan.
{Ampunilah aku ya, Tuhan jika pikiranku ini salah. Biarlah semua ini aku serahkan saja kepada Tuhan. Aku tidak ingin terlalu kuatir akan hal ini lagi. Beban pikiranku ini kuletakkan di bawah salibMu. Aku percaya Engkau adalah Tuhanku, penolongku.}
Sekarang aku menikmati kehidupanku jauh dari tanah air, menjadi istri dari suamiku, yang mana nggak perlu kerja ngoyo. Saat menulis ini, aku ingat dia pernah bilang, " Aku jealous sama kamu, Yen. Sebentar lagi kamu mau ke amrik. Apa sih bedanya aku dan kamu? Koq kamu selalu 'bejo', kehidupanmu nggak sekeras aku?"
Well, kalau mau jujur, biarpun kita sama-sama kristen sejak kecil, itu bukan jaminan. Tapi dalam praktek sehari-hari aku melihat perbedaan besar di antara kita. Memegang teguh firman Tuhan dan melakukannya, tidak belok ke kanan dan ke kiri, apalagi kesenangan dunia lainnya. Juga di dalam doa Mamaku, ada namaku disebut! :) Hoha! Kurang gimana tuh!
Aku berharap dalam hati dia menyadari hal ini, dalam arti kalau mau berkat ya harus mau melakukan kehendak Tuhan, bukan cuma jealous nggak jelas dan merugikan orang lain.
Upahmu sudah menantimu. Entah kapan itu, waktunya Tuhan ya hanya Tuhan yang tahu.
Aku berharap dalam hati dia menyadari hal ini, dalam arti kalau mau berkat ya harus mau melakukan kehendak Tuhan, bukan cuma jealous nggak jelas dan merugikan orang lain.
Upahmu sudah menantimu. Entah kapan itu, waktunya Tuhan ya hanya Tuhan yang tahu.
Yah, aku tetap berteman denganmu di facebook. Setiap kali dia bikin status, berharap paling tidak dia sudah jujur pada dirinya sendiri, pada keluarga & anak-anakmu (yang dulu dan yang sekarang).
Aku berharap pembaca juga mengerti ini. Apapun yang kamu lakukan, baik dalam pekerjaan maupun di keluarga, lakukanlah dengan sepenuh hati seakan-akan kamu bekerja untuk Tuhan.
Statusmu harimaumu.
Langganan:
Postingan (Atom)

