Sabtu, 02 November 2013

{autumn} Fall Back

Dalam beberapa hari akan ada perubahan waktu. Fall back, begitu istilahnya. Tahun ini saatnya jatuh pada tanggal 3 November 2013 jam 2 a.m. untuk US.
Setiap saat fall back terjadi, yaitu jam dimundurkan 1 jam, maka kami mendapat keuntungan besar, yaitu tidur 1 jam lebih lama. Enak amat, ya nggak sih...
Sejak bulan Oktober kemudian memasuki bulan November ini, terasa sekali kalau jatah mendapatkan sinar matahari setiap hari adalah sangat kurang. Bisa dibilang kurang dari ukuran normal. Kontras sekali perbedaannya jika dibandingkan dengan negara yang terbentang di garis khatulistiwa yang rata-rata mendapat sinar matahari kurang lebih selama 12 jam per hari, atau paling tidak jika dibandingkan dengan summer di sini yang setiap hari adalah hari yang panjang (tapi menyenangkan & hangat).
Semakin mendekati winter, hari terasa semakin pendek. Tanggal 1 November ini matahari mulai terbit sejak jam 8:18 lewat (semakin hari semakin mundur) dan terbenam sekitar jam 6.34 malam (dan semakin hari akan semakin lebih awal). Bandingkan di saat summer, matahari terbit sekitar jam 6:03 pagi dan terbenam sekitar jam 9:25 malam.
Luar biasa.
Aku tetap lebih suka pagi saat summer dengan hangatnya sinar mentari, suara burung-burung berkicau yang bernyanyi memuji Tuhan.
I Got the Sun in the Morning - Words & Music by Irving Berlin
Got no diamond, got no pearl,
Still I think I'm a lucky girl.
I've got the sun in the morning
And the moon at night.
Got no mansion, got no yacht,
Still I'm happy with what I got.
I've got the sun in the morning
And the moon at night
Sunshine gives me a lovely day,
Moonlight gives me the Milky Way.
Got no checkbooks, got no banks,
Still, I'd like to express my thanks.
I've got the sun in the morning
And the moon at night.
And with the sun in the morning
And the moon in the evening
I'm alright.
Got no butler, got no maid.
Still I think I've been overpaid,
I've got the sun in the morning
And the moon at night.
Got no silver, got no gold,
What you've got can't be bought or sold.
I've got the sun in the morning
And the moon at night.
Sunshine gives me a lovely day,
Moonlight gives me the Milky Way.
Got no heirlooms for my kin,
Made no will but when I cash in
I'll leave the sun in the morning
And the moon at night.
And with the sun in the morning
And the moon in the evening
I'm alright.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Into The Woods

I've been having fun using scraps of favorite materials. If you want to use your favorite fabric scraps to create something memorable, just place hexagons where you want.
This is want I love to do, as you can see, without any formalized pattern - just let your imagination run wild and start to create something new!
 It started from hexagons. Then the next day it became a bag.
Do you like the style of the front pockets?
What do you think about the side pocket?

All fabrics are cotton.
I think I will add a sling. And some more. Coming soon.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Resep Sate Kepel (Hand-molded Ground Beef Satay)

Sewaktu posting foto Sate Kêpêl, beberapa teman menanyakan tentang resep. Timbul ide untuk menuliskannya di blog ini, sekalian untuk menjawab pertanyaan yang terlontar itu.
Sate (Satay) mudah dijumpai di Indonesia, baik itu di street food, di restaurant, atau kadang di rumah (homemade) karena untuk membuatnya termasuk mudah dan bahan-bahan segar mudah didapat. Paling umum dijumpai adalah sate ayam, sedangkan sate daging sapi terbilang jarang karena harganya memang lebih mahal.
Selama ini kami tidak suka dengan daging sate sapi yang alot ataupun terlalu kering (tidak juicy karena terlalu lama melalui proses memasak). Sate yang alot akan mengurangi kenikmatan, karena cenderung menempel di tusukannya dan sulit lepas saat digigit. Nggak lucu kan, kalau sate sudah masuk ke mulut, eh ngajak adu otot... mau berantem sama makanan? Haha...
Akhir pekan minggu lalu sebenarnya baru pertama kali itu aku mencoba membuat sate ini, yaitu waktu beracara kumpul-kumpul dengan teman-teman di sini. Syukurlah ternyata rasanya enak, tidak kering, dan tidak alot. Cocok di lidah!


Sate Kêpêl (hand-molded ground beef satay)


Bahan:
1 kg daging giling 
1 sdm air asam jawa dari 1 sendok teh asam, larutkan di dalam1 sendok makan air
2 sdm kecap manis 
1 sdm bubuk cabe merah
1 butir telur 
+ ½ cangkir minyak zaitun (olive oil)
16-20 buah tusuk satai
Wax paper


Bumbu Halus:
1 sdm ketumbar halus
½ sdm bubuk jintan 
7 butir kemiri sangrai
6 siung bawang putih 
5 butir bawang merah / ½ butir bawang bombai merah
½ cangkir kelapa parut 
1 sdm bubuk kunyit
1 batang serai, rajang kasar (buang ujung bagian atas)
1 sdt garam 
½ sdt merica bubuk

Cara membuat:

kemiri sangrai
Mempersiapkan kemiri sangrai: Menggunakan wajan kering, panaskan kemiri yang sudah dirajang kasar di atas api sedang. Sesekali diaduk-aduk untuk meratakan proses pemanasan ini. Setelah berwarna agak kecoklatan, sisihkan.
serai yang sudah dirajang kasar
Sambil menunggu kemiri sangrai siap, persiapkan air asam jawa dan bumbu halus.
1 sendok teh asam, direndam di dalam1 sendok makan air, diamkan.
Remas-remas sesaat sebelum dituang ke dalam campuran daging untuk mendapatkan larutan kental.
Aku mengunakan blender untuk menghaluskan bumbu, dengan menggunakan sedikit minyak untuk mempermudah proses. Tuang minyak sedikit demi sedikit dan jangan terlalu banyak menggunakan minyak.
Bumbu halus (menggunakan blender bumbu)
Panaskan wajan dengan api medium high. Tumis bumbu halus sampai harum. Sisihkan.
*Jika proses menghaluskan bumbu menggunakan ulekan batu dan tanpa menggunakan minyak, perlu ditambahkan 2 sdm minyak untuk menumis.

Bumbu halus setelah ditumis
Menggunakan baskom, masukkan daging giling, tumisan bumbu halus, air asam jawa, kecap manis, dan bubuk cabe merah. Aduk rata. Terakhir, masukkan telur. Aduk rata.
daging giling + bumbu halus
Ambil sedikit campuran daging. Kepal-kepal. Tusuk di tusukan sate sambil dipadatkan menggunakan kepalan tangan. Jika akan ditumpuk sebelum dipanggang, gunakan wax paper di antara lapisan tumpukan sate.
Jika tidak langsung dipanggang, tutup dengan plastik pembungkus (aku menggunakan Saran plastic Wrap) dan simpan di dalam kulkas maximal 24 jam.
Tumpukan sate
Sate Kêpêl  (mentah)
Panggang sate sampai matang dan kecokelatan.  
proses pemanggangan
Sate Kêpêl (matang)
Sajikan satai pentul bersama saus sesuai selera, bersama dengan irisan tomat, irisan cabe rawit, dan irisan bawang merah.

Selamat menikmati!

 *Untuk 16 tusuk

**Berhasil membuat Sate Kêpêl? Posting di kolom komentar ya! :)

Tips:
  • Cara terbaik untuk memanggang daging giling adalah menggunakan panas yang tinggi dan memasaknya tidak berlama-lama. Tutup oven grill bisa dibiarkan terbuka. Jangan memanggang terlalu lama karena hasilnya akan alot dan kering.
  • Gunakan daging giling segar yang warnanya masih merah. Kualitas daging giling yang sudah berubah warna menjadi pink akan mempengaruhi kesegaran dan cita rasa.
  • Jangan tekan-tekan sate dengan alat apapun saat dipanggang untuk memeras jus yang keluar.
  • Balik hanya 1x! Karena panas, daging sapi akan mengeluarkan jus yang menetes, tapi usahakan hanya membaliknya 1x jika ingin sate tidak kering. Godaan yang berat, bukan? :)

Jumat, 27 September 2013

Galeri Jennilicious

Sekedar unjuk rasa :) Ini beberapa hasil karya tanganku.

Table runner Merah Putih ini kelar sebelum 17 Agustusan :)

Duvet Cover dengan pola dari Pinterest. Keponakan yang memilih model seperti ini. Setiap blok berukuran 12 inch. x 12 inch. Lupa ukuran hasil jadinya sih. Lalu ada sarung bantal juga, berukuran 20 inch. x 30 inch.
Adik ipar yang kepengen punya ini untuk tata kamar OG (keponakan) & Mali. Mali adalah anak perempuan berumur 4 tahun yang diadopsi dari Lesotho, Afrika. Aku yang kebagian tugas menjahit, 1 untuk OG dan 1 lagi untuk Mali.

 Ujungnya pakai teknik fuzzy cut lalu pasang frame. I <3 dragonfly :)


Apa itu Duvet Cover? Sarung untuk selimut. Nah, sekarang sudah terbayangkan kan?

Sarung Bantal menggunakan pola Coffe Mill.
Sementara sekian dulu ya. May your bobbin always be full! :)

Resep Martabak Gampang

Setiap hari memutar otak untuk mencari ide mau memasak apa. Aku memang suka berkutat di dapur, karena memasak adalah salah satu hobby yang menyenangkan.
Tapi, pernahkah kamu merasa malas untuk memasak untuk makan malam?
Ini sering terjadi padaku, terutama saat weekend. Akhir pekan maunya santai saja :) Nggak perlu repot, karena setelah memasak, biasanya ujungnya adalah acara bersih-bersih dapur.
Untunglah mendadak teringat kalau di freezer masih ada spring roll. Aku hitung ada 8 buah. Cukuplah untuk kami berdua, lebih dari cukup malah. Caranya sangat gampang. Tinggal dipanggang di oven 12 menit saja, matang sudah. Rasanya juga enak di lidah, kriuk-kriuk hangat... Kepuasan makan spring roll ini juga lebih tinggi rasanya, hanya karena sudah berhasil menghindari makanan yang melalui proses digoreng.


Selanjutnya membuat martabak ala homemade. 

Ceritanya, di kebun ada daun bawang (green onion) banyak banget. Ada 2 pot. Sekitar dua tahun yang lalu pernah beli 1 ikat daun bawang, dan sejak saat itu aku tidak pernah membeli daun bawang lagi. Tinggal menggunting saja dari kebun setiap kali ada perlu. Caranya, potong bagian hijaunya saja, lalu bagian bawahnya yang putih ditaruh di cangkir / bekas stoples selai, dan diberi air, asal kakinya terendam saja. Setiap hari airnya diganti supaya tidak busuk/berjamur. Kalau akarnya sudah tumbuh baik (warna putih cerah, kira-kira panjang 2 inch.) bisa dipindahkan ke media tanah. Punyaku malah sudah beranak-pinak. Sudah keluar bawang merahnya, bisa ditanam lagi juga. Subur euy :)



Kembali ke cara membuat masakan sederhana ini , Martabak Homemade.
Daging cincang di sini biasa ada yang kemasan 1 lb (= 0,45 kg). Kebetulan kemarin habis masak spaghetti, jadi aku masih punya separuhnya karena aku hanya pakai setengah bagian saja (sengaja lho, karena nggak suka makan red meat banyak-banyak).

Martabak Homemade
Bahan:

200 gr daging sapi cincang
½ butir bawang bombai, cincang kasar
4 butir telur ayam
1 ikat daun bawang, iris
2 sendok makan minyak goreng


Cara membuat:
1. Panaskan daging sapi cincang di api medium high, sesekali diaduk agar matangnya merata. Masak sampai tidak ada warna pink. Buang minyak berlebih jika ada.

2. Masukkan bawang bombai, aduk sampai warnanya transparant.
3. Sisihkan ke dalam mangkuk.
4. Panaskan minyak goreng dengan api medium.
5. Kocok lepas telur, tambahkan irisan daun bawang, lalu masukkan ke wajan setengahnya.
Tunggu sekitar 30 detik, lalu masukkan daging cincang yang sudah matang tadi. Tunggu sekitar 30 detik. Lalu masukkan seluruh sisa kocokan telur. Jangan  lupa dibalik. Masak hingga matang.

Saus Bawang:
Saus tomat + bawang putih cincang + 1 sendok makan apple cider vinegar + 1 sendok makan brown sugar + ½ cup air

Dimasak di atas api kecil sampai hampir mendidih, kira-kira 1 menit.

Kalau suka pedas, tinggal tambahkan cabe rawit cincang.


Suamiku suka martabak telur yang atasnya diberi irisan keju jahe-peach, sehingga kejunya agak meleleh. Keju ini rasanya lembut, lebih lembut dari keju swiss, yang mana saat menyentuh lidah ada sentuhan rasa jahe (butiran) dan buah peach kering, dan rasanya tidak setajam keju cheddar.


Untuk nasi, aku punya persediaan nasi putih yang dicampur brown rice di kulkas. Tinggal dipanaskan di microwave selama 1 menit 30 detik, jadilah nasi panas-panas.

Akhirnya, cucian piring hanya sedikit, semua bisa masuk ke dishwasher. Dapur juga nggak kotor, paling kan hanya mengelap meja saja. Kulit bawang dan kulit telur bisa dilempar ke drum kompos.


Gampang pol, kan! Selamat mencoba.






Rabu, 12 Juni 2013

Chicken Cordon Blue Recipe

Eventhough most of the time I enjoy eating out with my husband, I still think that homemade dishes are the best.
Today I want to share one of my fave chicken recipe:

Chicken Cordon Blue
























4 double boneless skinless chicken breasts
8 slices deli ham (thin)
16 slices gruyere / 16 thin slices swiss cheese (I used ginger peach cheese this time)
1/4 cup flour + salt + ground black pepper
2 cups bread crumb/panko
2 tsp fresh thyme leaves
kosher salt
ground black pepper
1 teaspoon olive oil
3 eggs
2 teaspoons water

1.   Preheat oven to 350 degrees F.
2.   Lay the chicken between 2 pieces of plastic wrap.  
Using the flat side of a meat mallet, gently pound the chicken to 1/4-inch thickness.  
Take care not to pound too hard because the meat may tear or create holes.
3.   Lay 2 slices of cheese on each breast, followed by 2 slices of ham, and 2 more of cheese; leaving a 1/2-inch margin on all sides to help seal the roll.
4.   Tuck in the sides of the breast and roll up tight like a jellyroll.  Squeeze the log gently to seal.
5.   Season the flour with salt and pepper; spread out on waxed paper or in a flat dish.
6.   Mix the breadcrumbs with thyme, kosher salt, pepper, and oil.
7.   Beat together the eggs and water, the mixture should be fluid.
8.   Lightly dust the chicken with flour, then dip in the egg mixture.
9.   Gently coat in the bread crumbs.
10. Carefully transfer the roulades to a baking pan and bake for 20 minutes until browned and cooked through.
11. Cut into pinwheels before serving.

SAUCE:
2 tablespoons butter
2 tablespoons flour
1 cup milk
2 chicken bouillon cubes
1 tablespoon dry sherry
1 tablespoon Dijon mustard
1/2-1 teaspoon Worcestershire sauce

1.    Combine last 5 ingredients in a large glass measuring cup.
2.    Heat to just warm in microwave to help dissolve bouillon.
3.    Melt butter in saucepan on low.
4.    Add flour and stir until smooth and bubbly.
5.     Add Milk mixture and heat.




Rabu, 22 Mei 2013

Stay Creative

Yesterday night, my hubby's parent's called and one of the conversation I heard was, "Oh she's sewing..."
That was 10 p.m. and I feel something tickle my mind. That made me smile!

Anyway, I love this poster. This is really something, isn't it? Encouragement for me, hopefully will work for you too!

Whatever you do, always start it with a prayer. When you're finished, always end it with thankful prayer. God bless!