Selasa, 13 Desember 2011
A Christmas Giveaway*CLOSED*
•*¨*•A Christmas giveaway!•*¨*•
I will make 3 sets of crochet giveaway for 3 babies. Each baby will get a hat and a pair of shoes for your baby (1 set per household) - It's FREE. Yay!^^
How to win? You can participate by simply doing these 3 steps :
*One of your family members is in the US military working overseas and you have a baby under 1 year old.
*♥Like♥ my page www.facebook.com/JenniliciousShop and/or follow me on twitter @JenniliciousBtq
*Drop a comment or suggestion about my page under the Christmas Giveaway status, followed by mention the first name of your baby and age.
Hurry before Dec 25, 2011. I will choose 3 babies as the winners.
Winner announcement on my page wall on Dec 31, 2011.
God bless you! Merry Christmas! :)
Senin, 12 Desember 2011
Transportasi di Jakarta
Ingin jalan-jalan di Jakarta? Mau naik apa? Kendaraan pribadi atau kendaraan umum?
Jika kamu berniat menggunakan kendaraan sendiri, ada baiknya menggunakan GPS dan jangan lupa hati-hati dalam berbagi dengan pengguna jalan lainnya karena banyak terdapat titik kepadatan lalu-lintas, terutama pagi hari antara jam 6-an - 10 WIB dan sore hingga malam antara jam 4-an - 7 WIB. Perhatikan juga rambu-rambu lalu lintas yang ada. Mengendarai jalur berkendara di Indonesia, biasanya menggunakan jalur sebelah kiri. Hal ini berbeda dengan di Amerika atau Korea misalnya, mereka menggunakan jalur sebelah kanan dalam berkendara.
Jika ingin menggunakan kendaraan umum, ada banyak alternatif yang bisa kamu pilih. Taxi, sewa mobil, Trans Jakarta, bis umum (reguler atau AC), angkot (angkutan kota) / mikrolet, bajaj, ojek, atau bemo, bisa pilih salah satu atau kombinasi. Untuk taxi, berdasarkan pengalaman, aku merekomendasikan taxi sebagai berikut :
- Silver Bird - type luxurious taxi dan paling aman, setidaknya menurut pendapatku
- Blue Bird group(hati-hati tidak semua taxi warna biru adalah dari Blue Bird group)
- Trans Cab - yang ini taxi berwarna kuning, ada tv untuk yang duduk di kursi belakang
- Express taxi - biasanya taxi berwarna putih
Jika kamu belum pernah ke Jakarta sebelumnya, atau bahkan akan ke Indonesia untuk pertama kali, saranku pergunakanlah 2 jenis taxi yang pertama kusebutkan di atas, Silver Bird atau Blue Bird group. Taxi 2 jenis ini bisa juga disewa per jam, atau sewa untuk ke luar kota Jakarta, FYI untuk yang belum tahu. Informasi lengkap silakan ke http://www.bluebirdgroup.com dan untuk reservasi silakan telepon langsung atau melalui meja reservasi dari hotel di mana kamu menginap.
Untuk kamu-kamu yang sudah merasa nyaman berada di Jakarta, cobalah perpetualang sedikit dengan naik Trans Jakarta. Informasi tentang jalur yang dilalui bisa di-download di http://www.rutebusway.com/ Menurut saya, transportasi jenis ini cukup aman dan nyaman. Sistem yang tersedia lumayan bagus ini cocok untuk yang ingin mengenal beberapa daerah yang dlalui oleh jalur busway. Asalkan kamu tidak keluar dari halte, kamu tidak perlu bayar lagi :) Tips dari saya, saat kamu merasa terlalu dekat dengan orang lain saat berada di antrian yang lumayan padat (terutama saat jam sibuk), saya sarankan untuk memperhatikan kantong baju dan barang bawaan kamu. Ini karena aku pribadi yang tidak percaya dengan orang-orang berpenampilan pakaian rapi adalah orang jujur... maaf ya... bukan bermaksud generalisasi, tapi hanya sekedar 2 cents dariku koq. Karena ini tergolong dalam kategori kendaraan umum, sebaiknya jangan memakai perhiasan/accessories berlebihan ataupun terlalu menarik perhatian, dan jangan membawa uang cash terlalu banyak. Bukan berarti tidak aman di dalam Trans Jakarta, tapi ada baiknya kamu pertimbangkan saranku ini, serius deh! :) Dan jangan lupa berdoa sebelumnya. Pengalamanku dengan Trans Jakarta sih baik-baik saja selama ini. :)
Untuk sewa mobil, saat ini rekomendasi dari saya masih kepada armada Golden Bird. Mobil yang disewakan biasanya kelas mobil mewah dan mereka menyediakan fasilitas sopir (driver). Untuk rombongan banyak anggota, armada mereka ini dinamai Big Bird. Kamu bisa memilih yang kapasitas berapa kursi (seats). Cocok untuk acara perjalanan jauh berame-rame seperti piknik keluarga, sekolah, atau perusahaan. Wah seperti promosi saja nih.
Dalam menggunakan transportasi umum lainnya, dalam hal ini adalah bis umum (reguler atau AC), angkot (angkutan kota) / mikrolet, bajaj, ojek, atau bemo, kamu perlu extra hati-hati. Pisahkan uang kecil (correct change) untuk biaya transportasi di dalam dompet khusus adalah ide bagus yang boleh dilakukan. Hati-hati kalau kamu berada di posisi yang dekat dengan orang yang berada di dekat pintu keluar. Gunakan logika dan teriak "Copet!!!" kalau kamu yakin orang tersebut adalah si copet, sebab memalukan sekali kalau sampai salah tuduh, tapi kemungkinan besar pasti benar usahakan untuk berteriak dengan lantang. Kalau ada yang berusaha melawan si pencopet, tunjukan solidaritas, dengan pertimbangan hal buruk yang mungkin terjadi adalah kamu telah bergabung dalam group yang dikalahkan. Selain resiko copet, ada resiko menjadi korban penipuan, hipnotis, atau tersesat karena salah bertanya/malu bertanya. Peribahasa berkata "Malu bertanya sesat di jalan" terkadang ada benarnya, tapi malangnya jika orang yang kamu tanya adalah orang yang salah, dengan niat jahat akan mencelakakan kamu. Pengalamanku selama menggunakan kendaraan umum di Jakarta sih baik-baik saja, kecuali 1x yaitu saat-saat pertama kali di Jakarta. Malam hari, gerimis, di daerah Grogol - velbag ada traffic light, pas di situ bajaj yang kutumpangi itu berjalan pelan-pelan sekali, seperti merayap padahal jalanan sepi. Perasaanku tidak enak, tapi aku malu untuk protes ataupun secara extrem memutuskan untuk balik arah/berhenti menggunakan jasa bajaj itu. di situ aku ditodong dengan pisau dapur oleh 3 pria lusuh, di dalam bajaj. Payahnya pas aku sedang bawa uang cash untuk membayar biaya kursus komputer. Mereka juga merampas jam tangan baru, belum sebulan umurnya. Untung kalungku tidak dirampas juga karena aku memakai t-shirt berkerah, jadi mereka tidak tahu. Shock banget dan jantung berdebar kencang sekali! Aku cuma bisa menangis dan protes tidak mau membayar biaya bajaj, selain karena uangku ludes, si sopir bajaj tidak membantah bahwa dia berkonspirasi dengan para penodong itu. Entah dari mana muncul segelintir keberanian itu dari dalam diriku, padahal saat itu aku bisa dibilang "masih ingis-ingis" sebagai anak baru di Jakarta. Kurang percaya diri. Masih sopan, manis, murah senyum hehehe... Ternyata Jakarta kejam kepadaku! Wew... Ironisnya, persis di seberang jalan sana adalah berdiri bangunan kantor polisi (sebelah pasar). Tapi apalah daya mereka, meskipun kami, yaitu aku dan 2 orang polisi menyelusuri rumah-rumah kardus di bawah jembatan itu , para penjahat tersebut tidak kami temukan, boro-boro uangku kembali. Akhirnya malam itu aku diberi ongkos oleh pak polisi untuk naik bajaj (lagi) untuk pulang ke rumah. Kali ini bajaj rekomendasi pak polisi ditanggung aman, kata salah satu dari mereka. Terima kasih, pak. By the way anyway busway, entah laporan penodongan itu masuk di data atau tidak... Yang pasti malam itu aku putuskan batal mendaftarkan diri untuk kursus komputer di Jembatan Lima, karena pertimbangan beresiko melewati daerah rawan kejahatan di malam hari, belum lagi pulangnya kan lebih malam lagi. Nggak lagi deh, makasih Jakarta, engkau telah memberiku pengalaman berharga, cukup 1x deh! Selanjutnya, aku tidak pernah lupa untuk mengucapkan doa sebelum pergi, meminta perlindungan di dalam kuasa-Nya, yaitu di dalam nama Yesus Kristus yang darahnya telah tercurah di atas Bukit Kalvari, maka Tuhanku akan membutakan mata orang-orang yang akan mencelakakan aku. Sejak hari itu, ke mana pun aku pergi, aku baik-baik saja. Puji syukur kepada Tuhanku.
Sekali lagi, di Jakarta gunakanlah logika, hikmat, dan berdoa!
Jika kamu berniat menggunakan kendaraan sendiri, ada baiknya menggunakan GPS dan jangan lupa hati-hati dalam berbagi dengan pengguna jalan lainnya karena banyak terdapat titik kepadatan lalu-lintas, terutama pagi hari antara jam 6-an - 10 WIB dan sore hingga malam antara jam 4-an - 7 WIB. Perhatikan juga rambu-rambu lalu lintas yang ada. Mengendarai jalur berkendara di Indonesia, biasanya menggunakan jalur sebelah kiri. Hal ini berbeda dengan di Amerika atau Korea misalnya, mereka menggunakan jalur sebelah kanan dalam berkendara.
Jika ingin menggunakan kendaraan umum, ada banyak alternatif yang bisa kamu pilih. Taxi, sewa mobil, Trans Jakarta, bis umum (reguler atau AC), angkot (angkutan kota) / mikrolet, bajaj, ojek, atau bemo, bisa pilih salah satu atau kombinasi. Untuk taxi, berdasarkan pengalaman, aku merekomendasikan taxi sebagai berikut :
- Silver Bird - type luxurious taxi dan paling aman, setidaknya menurut pendapatku
- Blue Bird group(hati-hati tidak semua taxi warna biru adalah dari Blue Bird group)
- Trans Cab - yang ini taxi berwarna kuning, ada tv untuk yang duduk di kursi belakang
- Express taxi - biasanya taxi berwarna putih
Jika kamu belum pernah ke Jakarta sebelumnya, atau bahkan akan ke Indonesia untuk pertama kali, saranku pergunakanlah 2 jenis taxi yang pertama kusebutkan di atas, Silver Bird atau Blue Bird group. Taxi 2 jenis ini bisa juga disewa per jam, atau sewa untuk ke luar kota Jakarta, FYI untuk yang belum tahu. Informasi lengkap silakan ke http://www.bluebirdgroup.com dan untuk reservasi silakan telepon langsung atau melalui meja reservasi dari hotel di mana kamu menginap.
Untuk kamu-kamu yang sudah merasa nyaman berada di Jakarta, cobalah perpetualang sedikit dengan naik Trans Jakarta. Informasi tentang jalur yang dilalui bisa di-download di http://www.rutebusway.com/ Menurut saya, transportasi jenis ini cukup aman dan nyaman. Sistem yang tersedia lumayan bagus ini cocok untuk yang ingin mengenal beberapa daerah yang dlalui oleh jalur busway. Asalkan kamu tidak keluar dari halte, kamu tidak perlu bayar lagi :) Tips dari saya, saat kamu merasa terlalu dekat dengan orang lain saat berada di antrian yang lumayan padat (terutama saat jam sibuk), saya sarankan untuk memperhatikan kantong baju dan barang bawaan kamu. Ini karena aku pribadi yang tidak percaya dengan orang-orang berpenampilan pakaian rapi adalah orang jujur... maaf ya... bukan bermaksud generalisasi, tapi hanya sekedar 2 cents dariku koq. Karena ini tergolong dalam kategori kendaraan umum, sebaiknya jangan memakai perhiasan/accessories berlebihan ataupun terlalu menarik perhatian, dan jangan membawa uang cash terlalu banyak. Bukan berarti tidak aman di dalam Trans Jakarta, tapi ada baiknya kamu pertimbangkan saranku ini, serius deh! :) Dan jangan lupa berdoa sebelumnya. Pengalamanku dengan Trans Jakarta sih baik-baik saja selama ini. :)
Untuk sewa mobil, saat ini rekomendasi dari saya masih kepada armada Golden Bird. Mobil yang disewakan biasanya kelas mobil mewah dan mereka menyediakan fasilitas sopir (driver). Untuk rombongan banyak anggota, armada mereka ini dinamai Big Bird. Kamu bisa memilih yang kapasitas berapa kursi (seats). Cocok untuk acara perjalanan jauh berame-rame seperti piknik keluarga, sekolah, atau perusahaan. Wah seperti promosi saja nih.
Dalam menggunakan transportasi umum lainnya, dalam hal ini adalah bis umum (reguler atau AC), angkot (angkutan kota) / mikrolet, bajaj, ojek, atau bemo, kamu perlu extra hati-hati. Pisahkan uang kecil (correct change) untuk biaya transportasi di dalam dompet khusus adalah ide bagus yang boleh dilakukan. Hati-hati kalau kamu berada di posisi yang dekat dengan orang yang berada di dekat pintu keluar. Gunakan logika dan teriak "Copet!!!" kalau kamu yakin orang tersebut adalah si copet, sebab memalukan sekali kalau sampai salah tuduh, tapi kemungkinan besar pasti benar usahakan untuk berteriak dengan lantang. Kalau ada yang berusaha melawan si pencopet, tunjukan solidaritas, dengan pertimbangan hal buruk yang mungkin terjadi adalah kamu telah bergabung dalam group yang dikalahkan. Selain resiko copet, ada resiko menjadi korban penipuan, hipnotis, atau tersesat karena salah bertanya/malu bertanya. Peribahasa berkata "Malu bertanya sesat di jalan" terkadang ada benarnya, tapi malangnya jika orang yang kamu tanya adalah orang yang salah, dengan niat jahat akan mencelakakan kamu. Pengalamanku selama menggunakan kendaraan umum di Jakarta sih baik-baik saja, kecuali 1x yaitu saat-saat pertama kali di Jakarta. Malam hari, gerimis, di daerah Grogol - velbag ada traffic light, pas di situ bajaj yang kutumpangi itu berjalan pelan-pelan sekali, seperti merayap padahal jalanan sepi. Perasaanku tidak enak, tapi aku malu untuk protes ataupun secara extrem memutuskan untuk balik arah/berhenti menggunakan jasa bajaj itu. di situ aku ditodong dengan pisau dapur oleh 3 pria lusuh, di dalam bajaj. Payahnya pas aku sedang bawa uang cash untuk membayar biaya kursus komputer. Mereka juga merampas jam tangan baru, belum sebulan umurnya. Untung kalungku tidak dirampas juga karena aku memakai t-shirt berkerah, jadi mereka tidak tahu. Shock banget dan jantung berdebar kencang sekali! Aku cuma bisa menangis dan protes tidak mau membayar biaya bajaj, selain karena uangku ludes, si sopir bajaj tidak membantah bahwa dia berkonspirasi dengan para penodong itu. Entah dari mana muncul segelintir keberanian itu dari dalam diriku, padahal saat itu aku bisa dibilang "masih ingis-ingis" sebagai anak baru di Jakarta. Kurang percaya diri. Masih sopan, manis, murah senyum hehehe... Ternyata Jakarta kejam kepadaku! Wew... Ironisnya, persis di seberang jalan sana adalah berdiri bangunan kantor polisi (sebelah pasar). Tapi apalah daya mereka, meskipun kami, yaitu aku dan 2 orang polisi menyelusuri rumah-rumah kardus di bawah jembatan itu , para penjahat tersebut tidak kami temukan, boro-boro uangku kembali. Akhirnya malam itu aku diberi ongkos oleh pak polisi untuk naik bajaj (lagi) untuk pulang ke rumah. Kali ini bajaj rekomendasi pak polisi ditanggung aman, kata salah satu dari mereka. Terima kasih, pak. By the way anyway busway, entah laporan penodongan itu masuk di data atau tidak... Yang pasti malam itu aku putuskan batal mendaftarkan diri untuk kursus komputer di Jembatan Lima, karena pertimbangan beresiko melewati daerah rawan kejahatan di malam hari, belum lagi pulangnya kan lebih malam lagi. Nggak lagi deh, makasih Jakarta, engkau telah memberiku pengalaman berharga, cukup 1x deh! Selanjutnya, aku tidak pernah lupa untuk mengucapkan doa sebelum pergi, meminta perlindungan di dalam kuasa-Nya, yaitu di dalam nama Yesus Kristus yang darahnya telah tercurah di atas Bukit Kalvari, maka Tuhanku akan membutakan mata orang-orang yang akan mencelakakan aku. Sejak hari itu, ke mana pun aku pergi, aku baik-baik saja. Puji syukur kepada Tuhanku.
Sekali lagi, di Jakarta gunakanlah logika, hikmat, dan berdoa!
Rabu, 30 November 2011
The Art of Waiting
Thanksgiving 2011 sudah berlalu. Now what's next? Aku berpikir. Sebuah pengharapan besar telah Tuhan taruh di dalam hatiku. Hm... Menunggu dan menunggu. Manusia hidup selalu menunggu. Tetapi bagaimana sebaiknya aku bersikap saat menunggu? Bagaimana metode menunggu itu?
Mazmur 33 : 20
TB: Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
Banyak problem di dalam kehidupan ini. Tetapi aku mau menantikan pertolongan Tuhan dengan pengharapan, sehingga mendapatkan kepastian. Itu karena aku telah mengenal kualitas pertolongan itu. Kehidupan ini akan kita jalani dengan nyaman, jika kita memiliki pengharapan yang pasti. Menanti itu bukan berarti diam, meskipun banyak orang berkata sebaliknya.
1 Korintus 1 : 7
Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
Menanti kedatangan Tuhan itu bukan berarti setelah dibabtis lalu kita tidur, leha-leha, diam. Tuhan memberikan kepada kita spiritual gift, itu akan memberikan berkat bagi kita dan orang-orang beriman. Manage dan maximalkan karunia dari Tuhan, sehingga menjadi berkat bagi sesama kita. Jangan diam saja karena karunia itu akan hilang.
Matius 24 : 46
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Ayat itu bercerita tentang apa yang sebaiknya kita lakukan sementara kita menunggu. Menanti itu bukan membosankan, tetapi haruslah produktif dan efektif karena kita tidak ingin apa yang kita kerjakan tidak ada hasilnya. Apa yang bisa lakukan, lakukanlah itu.
Kejadian 15 : 1 & 5
15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Waiting in hope. Jika aku menghitung bintang di langit, aku teringat janji Tuhan kepada Abraham. Kondisi Abraham dan istrinya saat itu sudah tua. Lihat Kejadian 16 : 1-2
16:1 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
16:2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
Itu bahaya! Harapan Sarai sudah menipis saat itu. Sarai berencana membangun rumah tangga melewati Hagai. Seperti tidak memiliki harapan lagi, sehingga terucaplah kata-kata itu dari mulut Sarai, dan Abraham mendengarkan kata istrinya itu.
Kejadian 16 : 3-4
16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
16:4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
Jika kita mengisi masa penantian dengan ide kita sendiri tanpa mengikuti tuntunan Tuhan, kita hanya akan menemukan problem.
Jalani kehidupan di dalam hidup ini dengan menggantungan harapan kepada Tuhan saja. Janganlah bersandar kepada pengertian sendiri.
Kejadian 16 : 5-6
16:5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."
16:6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya
Saat mulai ada masalah, kelihatan karakter sesungguhnya. Mulai saling menyalahkan dan saling lempar tanggung jawab. Nasihat baik untuk pemuda-pemudi, dalam mencari pasangan, carilah pasangan hidup yang menaruh harapannya kepada Tuhan dan beriman kepada Tuhan.
Aku bercermin dari firman Tuhan ini. Betapa rindunya aku untuk mengembangkan karunia-karunia Tuhan di dalam hidup ini dan menjadi berkat bagi orang lain, dan aku juga mendapatkan berkat dari Tuhan. Jangan sampai nanti anak-anakku tertindas dengan masalah karena aku tidak mengikuti kehendak Tuhan.
Jangan sampai penindasan seperti yang dilakukan Sarai terjadi di dalam hidupku dan menyusahkan orang lain. Aku ingin menantikan janji Tuhan dengan cara yang benar! Biarlah hari ini & depanku berada dalam pemeliharaan Tuhanku karena Dia tidak pernah gagal. Aku mau menaruh harapanku kepada Tuhan saja, berapapun lamanya, aku percaya janjiNya iya dan amien!
Matius 5 : 18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Tuhan mampu memberikan janjinya tepat waktu! Amien.
Catatam kotbah : The Art of Waiting
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Selasa, 29/03/2011
Mazmur 33 : 20
TB: Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
Banyak problem di dalam kehidupan ini. Tetapi aku mau menantikan pertolongan Tuhan dengan pengharapan, sehingga mendapatkan kepastian. Itu karena aku telah mengenal kualitas pertolongan itu. Kehidupan ini akan kita jalani dengan nyaman, jika kita memiliki pengharapan yang pasti. Menanti itu bukan berarti diam, meskipun banyak orang berkata sebaliknya.
1 Korintus 1 : 7
Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.
Menanti kedatangan Tuhan itu bukan berarti setelah dibabtis lalu kita tidur, leha-leha, diam. Tuhan memberikan kepada kita spiritual gift, itu akan memberikan berkat bagi kita dan orang-orang beriman. Manage dan maximalkan karunia dari Tuhan, sehingga menjadi berkat bagi sesama kita. Jangan diam saja karena karunia itu akan hilang.
Matius 24 : 46
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Ayat itu bercerita tentang apa yang sebaiknya kita lakukan sementara kita menunggu. Menanti itu bukan membosankan, tetapi haruslah produktif dan efektif karena kita tidak ingin apa yang kita kerjakan tidak ada hasilnya. Apa yang bisa lakukan, lakukanlah itu.
Kejadian 15 : 1 & 5
15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Waiting in hope. Jika aku menghitung bintang di langit, aku teringat janji Tuhan kepada Abraham. Kondisi Abraham dan istrinya saat itu sudah tua. Lihat Kejadian 16 : 1-2
16:1 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
16:2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
Itu bahaya! Harapan Sarai sudah menipis saat itu. Sarai berencana membangun rumah tangga melewati Hagai. Seperti tidak memiliki harapan lagi, sehingga terucaplah kata-kata itu dari mulut Sarai, dan Abraham mendengarkan kata istrinya itu.
Kejadian 16 : 3-4
16:3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.
16:4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.
Jika kita mengisi masa penantian dengan ide kita sendiri tanpa mengikuti tuntunan Tuhan, kita hanya akan menemukan problem.
Jalani kehidupan di dalam hidup ini dengan menggantungan harapan kepada Tuhan saja. Janganlah bersandar kepada pengertian sendiri.
Kejadian 16 : 5-6
16:5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau."
16:6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya
Saat mulai ada masalah, kelihatan karakter sesungguhnya. Mulai saling menyalahkan dan saling lempar tanggung jawab. Nasihat baik untuk pemuda-pemudi, dalam mencari pasangan, carilah pasangan hidup yang menaruh harapannya kepada Tuhan dan beriman kepada Tuhan.
Aku bercermin dari firman Tuhan ini. Betapa rindunya aku untuk mengembangkan karunia-karunia Tuhan di dalam hidup ini dan menjadi berkat bagi orang lain, dan aku juga mendapatkan berkat dari Tuhan. Jangan sampai nanti anak-anakku tertindas dengan masalah karena aku tidak mengikuti kehendak Tuhan.
Jangan sampai penindasan seperti yang dilakukan Sarai terjadi di dalam hidupku dan menyusahkan orang lain. Aku ingin menantikan janji Tuhan dengan cara yang benar! Biarlah hari ini & depanku berada dalam pemeliharaan Tuhanku karena Dia tidak pernah gagal. Aku mau menaruh harapanku kepada Tuhan saja, berapapun lamanya, aku percaya janjiNya iya dan amien!
Matius 5 : 18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Tuhan mampu memberikan janjinya tepat waktu! Amien.
Catatam kotbah : The Art of Waiting
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Selasa, 29/03/2011
Sabtu, 22 Oktober 2011
Scented Coconut Rice (Nasi Uduk) Recipe
The famous "Nasi Uduk" or "Scented Coconut Rice" is very well known in Indonesia especially in Jakarta. We usually eat the coconut rice with fried chicken, fried rice noodles (bihun goreng), tempe, tofu, sambal (chilli), krupuk, basil leaves, and sliced omelette. Sometimes I could eat it with fried boiled egg in
sambal, chicken gizzard satay, quail eggs satay, or even catfish in balado sauce. Hmmmm, did I say 'em all? :)
This food usually sold in the morning for breakfast. You can find some of the Nasi Uduk seller with a table full of food along the street. They will wrap the food in the banana leaves, make it look like a mini mountain. Nasi Uduk is also common for dinner or even for a very late dinner. There are a lot of street sellers who sell fried chicken have this menu, or you can find it easily at Betawi (batavian) style restaurant, sometimes with fried duck / grilled duck, complete with lalapan and sambal. There's no way to let your stomach empty in Jakarta, because they sell this food until after midnight.
When I was staying in Tanjung Duren area, West Jakarta, there's a Nasi Uduk seller not far from my place. She sells every weekday from 6 am until 10 am - 11 am accross the public elementary school. The price is surprisingly very cheap, because I could only spend Rp 2.000,00 - Rp 3.000,- for a big breakfast. How cheap is that! And, yum....!



Ingredients:
- 500 gram rice, washed
- 400 ml coconut milk + 200 ml water
- 3 stalks lemongrass
- 3 cm galangal, crushed
- 1 tbs salt
- 2 pcs Indonesian bay leaves
- 2 pcs pandan leaves, crushed a bit and make a knot on each leaves (optional)
- 1 tsp corriander powder (optional)
Peanut Sambal
Ingredients:
- 100 gram roasted peanut
- 1-10 pcs red chili (options)
- 1 tsp salt
- 1 sdm sugar
- 1s sdm vinegar
- 150 ml water
Side Dish :
- Fried Dried Anchovy (salted)
- Stir fried veggies
- Roasted Peanuts
- Fried Shallots
- Emping Goreng (krupuk from Gnetum gnemon)
- Peanut Sambal
- Thin fried scrambled egg (omellete), sliced
Balado Tofu/Tempe/Egg
Procedure:
Steam the washed rice for 25 minutes, then bring into the rice cooker. Boil coconut milk with bay leaf, lemon grass, galangal and salt to taste until nearly boiling, then bring into the rice that already in the rice cooker.
Or---if you'd like a faster way--- throw at least 6 first ingredients in to the rice cooker, cook it until it's done.
When it's done, Let it sit for about 10 minutes for better texture.
Or---if you'd like a faster way--- throw at least 6 first ingredients in to the rice cooker, cook it until it's done.
When it's done, Let it sit for about 10 minutes for better texture.
For Peanut Sambal, grind everything together in the food processor or you may use mortar if you like more work :)
Serve with side dish.
Enjoy! :)
Selasa, 18 Oktober 2011
Gudeg dengan Slow Cooker
Selama tinggal di Michigan, saya membuat gudeg bukan
menggunakan panci biasa, melainkan slow cooker yang
menggunakan energi listrik. Rasanya sama persis dengan
Gudeg Jogja di tanah air, mungkin sensasinya yang membuatnya
sedikit berbeda karena biasanya tinggal makan gudeg bikinan
Mama, tambah lagi nggak ada yang diajak ngomong bahasa jawa
dan ditambah rasa rindu pada tanah air. Gudeg Jogja ini sebagai
obat kangen setelah lama tinggal di US.
Bahan:
2 kaleng nangka muda (Young Green Jackfruit in water @20 oz), buang airnya, bilas, tiriskan.
2 fillet dada ayam (chicken fillet) yang sudah dipotong-potong, atau bisa juga 6-12 pcs ayam bagian paha /sayap6 - 12 butir telur ayam rebus (chicken eggs), kupas kulitnya.
1 kotak Tahu (Tofu-super firm) belah 2 lalu tiap bagian potong mjd 4 bagian.
1 ltr air kelapa (coconut water)
2 sachet teh hitam celup (black tea)
1 kaleng (13,66 oz) santan kental (Coconut Milk unsweetened first pressing)
8 – 10 lembar daun salam (bay leaves from Indonesia)
4-6 iris lengkuas (galangal) ½ x 8cm yg diiris menurut panjangnya
200 gr gula merah (coconut sugar/palm sugar), iris hingga halus
Haluskan :
12 butir kemiri (candle nuts)
6 butir bawang merah (shallot)
6 siung bawang putih (garlic)
1 sendok teh ketumbar (corriander) yang sudah disangrai
1/2 sendok teh adas (cumin)
2 sendok makan garam (salt)
Cara Membuat :
Tahap I
Tata daun salam menutupi dasar panci slow cooker, tata juga diatasnya irisan lengkuas.
Masukkan berturut turut potongan nangka muda, ayam, telur rebus, tahu, gula merah, air kelapa. Letakkan 2 kantung teh celup di bagian paling atas.
Tambahkan air kelapa. Pastikan semua bahan terkena siraman.
Tutup panci, masak dengan settingan panas yg "High" , tanpa dibuka tutupnya sekalipun selama kira-kira 4 jam.
Tahap II
Setelah 4 jam, buang kantung teh celup. Angkat telur & tahu, sisihkan sementara agar tidak hancur.
Masukkan santan, aduk-aduk dengan sendok kayu sambil menghancurkan potongan nangka (jaga jangan sampai daun salam dan lengkuasnya terangkat . Pada tahap ini volume nangka menjadi kurang lebih setengahnya.
Masukkan kembali telur & tahu sampai sedikit terkubur dalam nangka.
Masak lagi dengan settingan panas yg "Low" selama minimal 6-7 jam.
Aduk pelan-pelan sesekali sampai santan habis.
Hasilnya gudeg cantik berwarna coklat kemerahan dengan cairan yang sedikit dan kental.
Siramkan areh/ kuah opor ayam kental diatas gudeg nangka ini secukupnya pada saat dihidangkan.
Side Dish :
Sambal Goreng Krecek
300 gr krupuk krecek (pork skin)1 kaleng kacang merah (red bean)
Cabe rawit besar warna merah, kuning dan hijau (Chilli peppers, optional)
1 sdt asam (wet tamarind)1 batang serai, memarkan
1 kaleng kecil santan (small can of coconut milk)
3 lbr daun salam (indian bay leaves from Indonesia
3 lbr daun jeruk purut (key lime leaves)
6 cm lengkuas, memarkan (galangal)
100 gr cabe merah besar, rebus, blender halus (red chilli pepper skin, boiled, grinded)
100 cc canola oil
500 cc air (kekentalan sesuai selera)
garam secukupnya (salt)
gula merah secukupnya (coconut sugar/palm sugar)
Haluskan :
8-10 btr bawang merah (shallot)
8-10 siung bawang putih (garlic)
Cara Membuat :
Rendam krecek dgn air biasa hingga lunak,tiriskan. Ulangi sampai semua minyak hampir hilang dan air jernih.
Tumis cabe merah halus dengan 100 cc minyak canola, hingga minyaknya keluar dan berwarna merah menyala, sisihkan.
Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit sisa minyak tumisan cabe sampai harum, masukkan serai, daun jeruk purut.
Tuangi campuran santan, tambahkan air hingga kekentalan sesuai selera, didihkan, bubuhi garam dan gula merah.
Masukkan kacang merah, masak sampai matang, kemudian masukkan kreceknya. Timba-timba agar santan tidak pecah , setelah agak mengental masukkan cabe rawit.
Masak terus sampai kuah mengental, dan minyak berwarna merah cerah mengambang dipermukaan.
Catatan:
Ampas gudeg yang berupa salam, laos dan sedikit gosongan nangka berbumbu bisa dipakai untuk membuat telur pindang susulan. Tambahkan air/santan encer, garam dan gula secukupnya sampai telur rebus yg diretakkan kulitnya terendam. Masak lagi sampai kulit telur coklat, dan bumbu meresap.
Selamat mencoba!
Kamis, 13 Oktober 2011
Tips Tampil Menarik Untuk Wanita Plus Size
Membuka PO untuk Plus Size Women Dresses, Jackets, dan Tops yang High Quality ini menarik deh! Baju-bajunya kualitas export USA dan style-nya cantik nan elegan. Yang mengenakannya dijamin pede. Nggak mudah lho mencari busana ukuran plus di Indonesia.Busana yang cocok dikenakan oleh wanita asia berukuran plus size / bertubuh gemuk adalah busana yang membuat mereka tampil penuh percaya diri, dengan menutupi kekurangannya, dan yang menimbulkan rasa memiliki penampilan menarik (cantik).Di bawah ini, ada lima kata kunci yang dapat membantu penampilanmu menarik:
1. BE YOUR SELF
Jadilah dirimu sendiri. Dengan style berbusana sendiri, sehingga kamu tampil unik dan berbeda dari yang lain. Untuk mendapatkan style yang paling cocok dengan kepribadian, diperlukan waktu untuk bereksperimen. Cobalah berbagai gaya berbusana, hingga menemukan style yang paling sesuai dengan kepribadian, profesi, usia, dan bentuk tubuh. Mintalah saran perancang busana bagaimana, konsep berbusana yang pas bagimu sekaligus dibuatkan beberapa desain busana. Kamu bisa mengadaptasi desain tersebut, bawalah beberapa lembar bahan ke tukang jahit langganan, untuk dibuatkan busana tiruannya.
2. HARMONY
Menyatukan semua ornamen busana yang kamu kenakan menjadi satu kesatuan yang saling mendukung. Pertimbangkan selalu keserasian warna, model busana, aksesori, sepatu maupun tas yang kamu kenakan. Bila kamu memilih konsep berbusana etnik elegan, hindari mengenakan kaos turtle neck hitam. Rok batik yang berkesan etnik, tidak cocok dipadukandengan sepatu kets dan tas ransel yang casual, karena akan membuat penampilanmu menjadi tidak elegan.
3. DETAIL
Simpan saja busana yang telah kusam, sobek, kekecilan/kebesaran, dan sepatu dengan tumit miring, Hindari mengenakan blus cantik dan mahal harganya tetapi dengan keliman blus terbuka sehingga benangnya menjuntai. Bayangkan jika kamu mengenakannya saat tampil sebagai pembicara dalam pertemuan formal. Kerapian dan kebersihan dalam berbusana menjadi hal penting agar kamu selalu tampil menarik. Indah dan serasi bukan berarti mengenakan busana yang mahal harganya. Kesederhanaan sebagai konsep berbusana adalah cermat memilih detail yang indah dan menarik.
4. KREATIVITAS
Diperlukan ketrampilan dan kejelian untuk selalu tampil menarik. Senatiasa gunakanlah kreatifitas dalam membuat busana, memilih atau memadu-padankan busana dansegala pernak-pernik perlengkapannya agar anda senantiasa tampil berbeda dan menarik.
5. PLUS SIZE IS BEAUTIFUL
Jangan terlalu terpengaruh dengan media yang mengatakan kurus itu indah, karena mereka juga mengatakan ayo gunakan whitening! Curvy itu indah lho, buktinya orang bule itu mayoritas chubby. Diet bukan berarti makan dengan porsi mini seperti kucing hihi... tapi menu sehat itu baru namanya diet yang benar. Para model yg chubby mudah ditemui di channel tv belanja online. Mereka lebih santai, tidak depresi dan bulimia seperti gambaran model yang disebarkan oleh media di Asia.


Patra Plus Size Tafetta Dress
Kehidupan di Negeri Orang
Kamis, 12 Oktober 2011
Setahun lebih sudah aku meninggalkan tanah air, Indonesia untuk tinggal di Grand Rapids, Michigan, The United States. Tinggal di Amerika itu tidak semudah yang kubayangkan. Mengurus dokumen-dokumen penting memang sebaiknya menggunakan jasa lawyer, jika tidak tahu peraturan main. Selain itu dari awal harus punya mental baja karena akan menjumpai banyak hal yang memerlukan proses adaptasi, mengingat aku tumbuh di negara yang menjunjung tinggi adat timur. Sebagai wanita Indonesia berdarah Indo-Tionghoa, banyak sekali hal-hal di Amerika yang tenyata sangat berbeda dengan hal-hal yang lazim aku jumpai di Indonesia. Jika dibuat daftar bisa-bisa dari A-Z bahkan A"- Z".
Belakangan ini aku menyadari bahwa aku juga tidak ingin nilai-nilai yang ditumbuhkan orang tuaku di dalam keluarga kami pupus hanya karena aku tinggal di Amerika, a free country - katanya. Aku tidak ingin berubah ke arah penurunan moral seperti seseorang yang pernah kukenal, yang telah mengalami 'degradasi moral' setelah 7-8 tahun tinggal dan bekerja (ilegal) di New York. Jangan sampai prinsip "kepala jadi kaki, kaki jadi kepala" ataupun "menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan" menjadi dasar pola pikirku dan mendasari tindakanku. Prinsip satu-satunya yang paling handal dan patut dipraktekkan dalam hidup keseharian kami hanya prinsip kekristenan. Bukannya sok religius lho ya... tapi menurut pengalaman hidup dan pendengaran tentang Firman Tuhan, membuatku percaya dan lebih mantap untuk mengakui hal tersebut.
Menjalani kehidupan di negeri orang, sudah jelas sulit dan berat, apalagi tidak ada sanak saudara di sini. Biarpun sudah setahun lebih di GR tapi koq ya aku masih merasa seperti turis. Mungkin karena masih banyak orang yang menatapku dengan pandangan "special" (ataukah ini hanya ge-er?) seperti saat aku melihat bule di Jakarta dulu? Selain rasa ge-er itu, ada saat-saat di mana aku down, kehilangan kesabaran, muncul kekuatiran yang ini lah - yang itu keq. Misalnya, dalam hal keamanan, di Amerika banyak orang yang bertingkah aneh bisa ditemui di area umum. Dalam hal kesehatan, makanan instant / semi instant cukup mendominasi pasaran sehingga jika salah pilih salah-salah malah menjadi penyakit. Sayuran / daging segar harganya mahal semua. Setiap pergi belanja, menulis list keperluan adalah wajib (!!!) untuk menghindari efek dompet bocor.
Di segi ekonomi, semua barang di Amerika harganya mahal, jeunk! Yang murah hanya ada di garage sale / thrifty store tapi kebanyakan barang bekas gitu euy!
Di balik semua itu, katakan saja aku cukup beruntung (diberkati) dengan menikah dengan C, walaupun terkadang dia sumber emosi juga. Tanpa bermaksud men-generalisasi ataupun men-diskredit-kan western men, karakter C berbeda karena dia menjunjung tinggi nilai-nilai pernikahan kristen dan selalu berusaha menjadi penyabar. Dalam hal ini, C patut diacungi 2 jempol.
Di segi ekonomi, semua barang di Amerika harganya mahal, jeunk! Yang murah hanya ada di garage sale / thrifty store tapi kebanyakan barang bekas gitu euy!
Di balik semua itu, katakan saja aku cukup beruntung (diberkati) dengan menikah dengan C, walaupun terkadang dia sumber emosi juga. Tanpa bermaksud men-generalisasi ataupun men-diskredit-kan western men, karakter C berbeda karena dia menjunjung tinggi nilai-nilai pernikahan kristen dan selalu berusaha menjadi penyabar. Dalam hal ini, C patut diacungi 2 jempol.
Langganan:
Postingan (Atom)

