Rabu, 13 Maret 2013

Lebih Dalam Tentang Kejujuran Berbisnis

Kejujuran berbisnis, apakah itu?
Anda mungkin seorang pemilik usaha, atau bekerja untuk seorang usahawan, atau memiliki kenalan seorang pengusaha. Mungkin Anda termasuk dalam kategori tsb. di atas dan berpikir sudah tahu tentang kejujuran dalam berbisnis.

Contoh saja. Sebuah perusahaan/toko mengiklankan produknya aman, tanpa efek samping, dan dijamin berhasil padahal tidak demikian adanya. Memasang iklan untuk sebuah jasa dengan melebih-lebihkan keunggulan tanpa membagikan informasi tentang sisi negatif yang akan diunduh oleh pemakai jasa. Sebuah ol shop tidak memberikan informasi bahwa barang yang dijual tsb. lebih murah dan bukan import (produk lokal atau bahkan handmade) karena pembeli melihat foto di situs yang adalah model baju import ala Korea.
Kejujuran adalah kebijakan berkomunikasi tentang kebenaran dan membentuk kepercayaan di dalam pemikiran orang lain. Untuk itu, kejujuran berbisnis memiliki arti sebagai sebuah kebijakan dalam mengkomunikasikan kejujuran dalam berbisnis dan membentuk kepercayaan bisnis di dalam pemikiran orang lain / pengusaha lain. Komunikasi di sini bisa saja verbal ataupun non-verbal dan akan berlanjut secara berkesinambungan kepada pelanggan, karyawan perusahaan, investor, kreditor, partner bisnis, pemerintah, publik, bahkan siapapun yang mungkin tertarik pada bisnis.
Kejujuran dalam berbisnis tanda-tandanya adalah sbb:
1. Membayar pajak dengan semestinya.
2. Mempromosikan keadaan barang/jasa dengan jelas dan benar.
3. Melaporkan laporan keuangan dengan penuh kebenaran.
4. Memproduksi barang/jasa berkualitas.
5. Membagikan jumlah dividen kepada shareholders dengan perhitungan yang benar.
6. Mengumumkan kabar bisnisnya secara jujur.
7. dan melakukan berbagai tindakan bisnis yang menjamin kebenaran yang dapat dipercaya.
Apa keuntungan dari kejujuran dalam berbisnis?
Seorang entrepreneur atau pengusaha jujur akan mendapatkan keuntungan sbb.:
1. Teman-teman yang baik.
2. Karyawan termotivasi.
3. Nama baik di kalangan publik dan pemerintah.
4. Kepercayaan dari para kreditor dan investor.
5. Kepercayaan dari pelanggan dan pemakai jasa.
6. Barang dan jasa yang aman dan dapat dipercaya.
7. Income yang bersih dan terus yang meningkat.
8. Keluarga menjadi bangga.
9. Perasaan tenang.
10. Makan & tidur enak.
Apakah kerugian dalam menghadirkan kejujuran berbisnis?
Pengusaha yang gagal dalam melakukan kejujuran berbisnis kemungkinan akan meraih sukses secara finansial namun akan mengalami :
1. Pesaing dan musuh makin bertambah.
2. Karyawan memiliki moral rendah.
3. Potensi ancaman hukum dan tindak pidana.
4. Kreditor dan investor mengurangi kepercayaan.
5. Pelanggan dan pemakai jasa menjadi kecewa.
6. Produk dan jasa yang tidak terbukti kebenarannya.
7. Income tinggi namun sementara.
8. Keluarga dipermalukan.
9. Stress dan tekanan depresi.
10. Susah makan dan tidur.
Kesimpulan:
Kita perlu memiliki kejujuran dalam berusaha/berbisnis, bukan hanya karena sekedar demi moral baik, namun juga hal itulah yang akan membuat kita merasa menjadi pribadi yang lebih baik dan berkenan; yang akan membawa kita menjadi lebih sukses dalam berbisnis. Jika kita berbohong, menutupi kebenaran, menipu orang, menghalalkan segala cara demi uang, maka yang akan diraih hanyalah sebuah kesuksesan jangka pendek. Kejujuran akan membangun kepercayaan. Hubungan bisnis yang baik akan membawa hasil yang hebat dan awet. Jadi, mengapa tidak berusaha untuk jujur?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar