Kamis, 19 Juli 2012

Me Time

Summer di bulan Juli kali ini panas dan kering, curah hujan rendah, tidak sampai 1 inch rumput di mana-mana sudah  menjadi blondie, tidak hijau lagi. Saat C mengajakku untuk pergi camping ke Ludington di akhir pekan, aku tidak menolak walaupun dalam hati terbersit keraguan, bagaimana jika ada ular, beruang, atau binatang melata lain yang menggangguku, terutama di malam hari, atau bagaimana jika aku menemui kesulitan dengan toilet umum di lokasi camping. Maklumlah aku paling tidak suka jika menggunakan toilet umum.

Pikir punya pikir, akhirnya kami memutuskan untuk camping selama 2 hari 1 malam saja. Kami berangkat dari rumah hari Sabtu tengah hari. Sekitar jam 2an siang kami sampai di lokasi yang bernama Buttersville Park.
Setelah menenui manajer lokasi camping dan membayar $25, kami menuju ke spot no. 6. Thank God cuaca tidak terlalu panas saat itu, jadi kami segera mendirikan tenda di dan membongkar barang-barang bawaan kami.

Sekitar jam 5 sore, barulah terasa lebih panas (seperti biasa), yang kalau di Indonesia rasanya seperti jam 3 sore. Maka kami meninggalkan tenda dan pergi ke downtown Ludington untuk membeli beberapa barang yang kami butuhkan malam ini, misalnya graham crackers, marsmellow, coklat, dan alat pemanggang s'more. Camping tanpa s'more rasanya belum seperti camping :)
Sepulang dari downtown kami menyalakan api dengan kayu bakar. Rasanya hal ini aneh bagiku, sebab hari belum gelap. Matahari selama summer terbenam sekitar jam 9.25 malam. Tapi kami memerlukan api untuk memasak makan malam. C menggunakan 1 lembar kertas paper bag untuk memulai api. Di dalam fire pit ia sudah mendirikan 4 kayu bakar. Saat aroma kayu bakar tercium, barulah di dalam pikiranku aku merasa, "Camping dimulai!"

Makan malam kami kali ini terasa sangat istimewa. Hobo Dinner dicocol ke saus tomat (tomato ketchup) terasa aduhai. Mungkin karena saking laparnya kami :) Cara membuatnya gampang sekali. Silakan klik di sini untuk melihat resepnya. Aku menggunakan 2 lapis aluminium foil dengan 1 lembar paper towel basah (dampen paper towel) yang bertujuan untuk mencegah masakan gosong/ terbakar. Cara menutup bungkusannya seperti menutup obat puyer. Kedua ujung yang panjang dipertemukan kemudian dilipat 2x, lalu pada kedua sisi samping juga mendapat perlakuan yang sama. Setelah itu ditaruh di dalam api di fire pit selama sekitar 10-15 menit. Cepat sekali matangnya. Dan enak... ^^

Selanjutnya kami makan buah semangka. Summer gitu lhoh^^ C terlihat sangat menikmati acara makan semangka. Ia duduk di kursi pikniknya menghadap ke fire pit yang dia garap. Semangka itu mendinginkan tenggorokan banget, pastinya.
Oya setelah mendirikan tenda - sebelum pergi ke downtown, aku dan C menyeburkan diri ke danau Michigan, airnya segar banget (fresh water). Itu kali pertama aku berenang di danau besar! How fun! Mungkin karena alasan itulah aku sangat menikmati bermain air di situ, tidak seperti acara berenang sebelum-sebelumnya.
Cerita camping sekian dulu untuk saat ini. Walaupun banyak hal yang ingin aku ceritakan.
Sehabis camping di Ludington, kulitku terlihat lebih gelap, juga wajahku karena terpanggang sinar matahari, terutama saat berenang di danau. Outdoor activities is fun, tapi kulitku sepertinya agak tersiksa. Apalagi usiaku bukan terbilang muda lagi. Mencuci wajah dengan sabun muka setiap hari sepertinya belum cukup. Maka hari ini aku menggunakan sabun scrub vitamin C dari The Body Shop. Kemudian sebelum menggunakan lotion vitamin C, aku ingat kalau aku masih punya masker Vivelle yang mengandung vitamin C dan kolagen. Aku menggunakan masker ini selama 15 menit (seharusnya 30 menit). Sambil pakai masker ini, aku tiduran di sofa, sambil nonton acara tv Dr. Oz. What a good day!
Setelah itu, wajahku terasa lebih kencang dan segeran lho jeunk...!:)


Oya hari ini ada yang special lagi. Aku mendengarkan rekaman acara radio kristen melalu internet yang membahas tentang Love and respect : When He Won't Respond. It's really a good stuff! 
Dr. Emerson Eggerichs: The key to motivating a man to be loving isn't by loving on him. The New Testament clearly teaches that unconditional respect is the key to motivating a man to re-open his heart to God and, by implication, to his wife.
Rasanya seperti mereka mendapat misi dari Tuhan untuk berbicara kepadaku. Aku membaca script yang tertulis di website itu sambil mendengarkan mereka berbicara. Memerlukan melakukannya 2x barulah aku mengerti. Hari ini aku merenungkan tentang apa yang terjadi selama awal perkawinanku dengan C dan menghubungkannya dengan topik acara radio itu. Thank God aku mempunyai kesempatan dan waktu untuk mendengarkan dan merenungkan hal ini, just like what I need. Seperti mendapat pencerahan, hari ini aku jadi banyak mengucap syukur. 
Banyak kesulitan hidup selama tinggal di Amerika, terkadang membuatku depresi dan bersikap negatif. Terus terang saja, aku sangat sedih selama tinggal di sini, rasanya sendirian dan tidak ada orang yang mengerti kesulitanku. Seringkali aku teringat bahwa hanya Tuhan saja tempat aku curhat, berpegang pada firmanNya, namun kemudian aku lupa akan hal ini dan tenggelam dalam kesedihanku. Kali ini aku lebih mengerti mengapa beberapa hal terjadi dalam hidupku. Semuanya adalah antara aku dan Tuhanku, dan untuk kemuliaanNya. Tuhan menyatakan kalau Dia sayang banget padaku, dan menungguku untuk membalas cintaNya. Indah banget rasanya hari ini. Salah satu contoh bukti nyata, sehabis masak ikan bandeng goreng (fried milk fish) dan tempe goreng penyet, aku ngelap kompor sambil bersenandung memuji Tuhan :) Makan siang penuh ucapan syukur. Special banget...
Salam dari Michigan, US.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar